Awas, Puting Beliung di Musim Pancaroba, Ini Tanda-tanda dan Sifatnya
Fenomena angin puting beliung lebih banyak terjadi pada masa transisi, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.
Hary menuturkan, puting beliung adalah angin lokal yang muncul hanya di satu titik lokasi dengan luas perputarannya berkisar antara lima sampai sepuluh kilometer.
Kemunculan angin puting beliung berlangsung singkat, hanya sekitar 10 menit dan lebih sering terjadi pada musim pancaroba.
"Selain itu, fenomena puting beliung lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari," ujar Hary.
• Warga Bogor Selatan Rasakan Kedahsyatan Terjangan Angin Puting Beliung seperti Kiamat
• Antisipasi Hadapi Banjir di Jakarta, Kondisi Pompa Stationer di Aliran Timur 90 Persen Baik
Meski demikian, Hary menegaskan puting beliung sulit diprediksi secara spesifik dan hanya bisa diprediksi setengah sampai satu jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda-tandanya dengan tingkat keakuratan 50 persen.
Angin ini pun cukup berbahaya karena kecepatanya bisa mencapai 45 kilometer per jam dan dapat membahayakan, terutama karena angin dapat menerbangkan benda-benda besar di sekitarnya.
Hal ini seperti yang menimpa salah seorang warga Perumahan Bogor Nirwana. Ia meninggal akibat mobilnya tertimpa pohon yang tumbang akibat puting beliung. (Bhakti Satrio Wicaksono)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada Puting Beliung di Musim Pancaroba, Kenali Tanda dan Sifatnya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-angin-puting-beliung.jpg)