Minggu, 12 April 2026

Kreasikan Musik dan Tarian India dengan Gerakan Fitnes

instrumen musik yang di gunakan dalam Bolly’D juga menggunakan musik-musik asal negeri Mahatma Gandhi itu.

Penulis: Ign Agung Nugroho |
Lifealth
Ilustrasi Yoga 

Musik dan gerakan koreografi selalu melekat dalam ‎tayangan film India (Bollywood).

Nah, musik dan gerakan koreografi yang lemah gemulai dan dinamis‎ yang disuguhkan di film India semacam itu, tidak sedikit menginspirasi para instruktur senam mengombinasikan tarian tersebut dalam gerakan-gerakan olahraga fitnes.

Seperti halnya, Irma Dewi Habner selaku kreator dan founder Bolly'D Indonesia.‎

Dia berhasil mengkombinasikan tari tradisional India, seperti Bhangra, Kathak, Bharanathyam dengan gerakan fitnes.

Genre senam itu dinamai Irma dengan sebutan Bollywood Dance alias Bolly’D, yang kemudian berkembang menjadi sebuah komunitas dan membuat anggotanya yang melakukan gerakan senam Bolly'D menjadi rileks dan sehat.

Irma menjelaskan, instrumen musik yang di gunakan dalam Bolly’D juga menggunakan musik-musik asal negeri Mahatma Gandhi itu.

Musik India yang dipilih tak sembarangan harus yang up beat agar dapat memberikan atmosfer ceria dan penuh bersemangat ketika bergoyang.

Pasalnya, gerakan yang digunakan harus tetap memiliki satu kepaduan dengan makna dari lagu yang dipilih.

"Ada beberapa gerakan yang memang saya improve sendiri, tapi tidak lepas dari arti atau makna dari lagu yg dibawakan, ada juga gerakan yang memang kita ambil dari beberapa gerakan tarian-tarian klasik India, yang sudah kita modifikasi," kata Irma di sela-sela acara bertajuk 'Bolly'D 16 Hours Training With Master Santosh', di I'M Fitness , Penggilingan, Jakarta Timur, Minggu (25/11) lalu.

Koreografi senam yang memadu padankan musik India dengan gerakan fitnes sudah dicetuskan Irma sejak 2012 silam.

Saat itu, dirinya masih menjadi instruktur di salah satu sanggar di Jakarta.

Tak berhenti di situ, tahun 2013, Irma pun mendapat kesempatan menjadi instruktur di salah satu gym di Jakarta bernama BEST Fitness.

Di situlah, tantangan untuk mengenalkan Bolly’D mulai diuji.

"Waktu itu penuh perjuangan juga untuk mengenalkan koreografi yang terbilang masih awam bagi sebagian besar anggota fitnes. Waktu buka pertama yang ikut empat orang. ‎ Saya minta kepada pihak studio untuk membuat special class untuk memperkenalkan Bolly’D. Dibuatlah event fitnes dance marathon. Empat genre senam aerobik termasuk Bolly’D dilaksanakan secara berturut-turut. Sejak saat itu member saya bertambah terus dan selama dua bulan berturut turut member saya mencapai di atas 45 hingga 48 orang dalam satu kelas," kenang Irma.

‎Irma mengakui bahwa nama Bolly 'D masih belum setenar genre aerobik lainnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved