Kolom Trias Kuncahyono

Kuda Troya

Pada malam harinya, ketika orang-orang Troya jatuh tertidur karena ngantuk dan mabuk, para prajurit yang bersembunyi di dalam kuda keluar.

Editor: AchmadSubechi
sites.google.com
Kuda Troya 

Oleh: Trias Kuncahyono

ODYSSEUS, orang Yunani adalah salah seorang pahlawan dalam Perang Troya. Menurut sebuah kisah, Odysseus adalah putra sekaligus perwaris penguasa Ithaca, Raja Laertes. Ibunya bernama Anticleia.

Odysseus memperistri Penelope, putri Icarus. Tetapi, menurut kisah lain, Odysseus adalah putra Sisyphus dan Anticleia. Mana yang benar, tidak menjadi masalah.

Nama Odysseus begitu berkumandang di langit Yunani pada masa itu. Karena ide dialah, Perang Troya berakhir. Peperangan antara kerajaan Troya dan Yunani ini terjadi pada Abad Perunggu.

Perang sejarawan Yunani kuno menyebut waktu terjadinya perang berbeda-beda. Ada yang menyebut abad ke-12 SM, ada yang abad ke-13 SM, dan ada yang menyebut abad ke-14. Eratosthenes (276-194 SM) dari Kirene (sebuah kota di Libya sekarang ini) seorang penyair, astronom, dan penulis sains menyebut 1184 SM, Herodotus (484-425 SM) sejarawan Yunani memilih 1250 SM, dan Duris dari Samos (340-281 SM) seorang sejarawan Yunani cenderung 1334 SM. Kisah Perang Troya ini telah mengilhami para penulis besar zaman kuno, dari Homer, Herodotus, dan Sophocles ke Virgil.

Sejak ditemukannya situs Troya pada abad ke-19, di wilayah yang sekarang masuk Turki bagian barat dan bernama Anatolia, para arkeolog telah menemukan bukti adanya sebuah kerajaan yang mencapai puncak kejayaannya dan dihancurkan sekitar 1.180 SM. Muncul dugaan, mungkin kisah Kerajaan Troya inilah yang menjadi dasar cerita yang dikisahkan oleh oleh Homer sekitar 400 tahun kemudian di “Iliad” dan “Odyssey.”

Odysseus inilah, menurut kisah, yang mengusulkan pembuatan kuda troya, dan kemudian menjadi dadakan berakhirnya Perang Troya. Kisah Perang Troya pada tahun 2004 diangkat menjadi film berjudul Troy, yang disutradarai oleh Wolfgang Peterson.

Syahdan menurut yang empunya cerita, tantara Yunani maupun Troya, sudah sampai pada titik jenuh, lelah tak tertahankan, tertekan tak berdaya setelah sepuluh tahun. Korban nyawa kedua belah pihak sudah demikian banyak. Yang lebih frustasi lagi adalah tantara Yunani, yang meskipun mempunyai jagoan-jagoan seperti Akhilles, Odysseus, Aias, dan Diomedes, namun belum berhasil menjebol tembok kota Troya.

Sampai pada akhirnya, suatu hari Odysseus mempunyai ide cemerlang. Ia mengusulkan pembuatan kuda raksasa dari kayu di luar tembok kota Troya. Kuda kayu itu diisi tantara Yunani. Ide Odysseus diwujudkan.

Setelah kuda kayu selesai dibuat dan diisi tantara, tantara Yunani yang lain meninggalkan kota Troya di malam hari. Pada pagi harinya, orang-orang Troya kaget campur heran. Mereka tidak lagi melihat tantara Yunani yang mengepung kota, perahu-perahu Yunani juga sudah tidak ada. Mereka menduga tantara Yunani sudah menyerah dan pulang ke negerinya. Yang mereka temukan hanya kuda raksasa terbuat dari kayu.

Mereka begitu gembira, terlepas dari kepungan. Dan, dengan gegap gempita penuh kepuasan mereka menyeret kuda kayu masuk ke dalam kota. Di tengah kota mereka merayakan kemenangan dengan pesta-pora. Tidak menduga bahwa tantara Yunani, kembali lagi dan mengepung kota.

Pada malam harinya, ketika orang-orang Troya jatuh tertidur karena ngantuk dan mabuk, para prajurit yang bersembunyi di dalam kuda keluar dan membuka gerbang kota Troya sehingga pasukan Yunani bisa masuk. Pasukan Yunani pun meluluhlantakan kota Troya. Troya, kalah!

Virus Troya

Kecerdikan yang telah mengalahkan tantara Troya. Ini kecerdikan Odysseus yang menemukan teknik untuk mengalahkan Troya. Dengan kata lain, karena teknologi lah Troya ditaklukkan. Tentu, selain teknologi, orang-orang Yunani memenangi peperangan itu karena mengenali musuh mereka secara baik.

Tentang hal ini, mengenali musuh secara baik, pernah dikemukakan oleh Sun Tzu dalam The Art of War. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved