Senin, 4 Mei 2026

Kesehatan

Saat Mendaki Gunung Menggigil Hebat, Hati-hati Anda Terkena Gejala Hipotermia

Hipotermia terjadi ketika orang menjadi terlalu dingin. Jika tubuh Anda mulai kehilangan panas lebih cepat, maka suhu internal Anda mulai menurun.

Tayang:
Getty Images
Ilustrasi hipotermia 

SETIAP akhir pekan, Taman Nasional Gunung Gede-Gunung Pangrango, Jawa Barat, selalu dipenuhi para pendaki.

Bahkan, ratusan pendaki naik bersamaan ke puncak Gunung Gede.

Baik pendaki pemula yang baru coba-coba mendaki gunung atau para pendaki gunung yang sudah bolak-balik naik gunung 'beradu' otot kaki di lereng Gunung Gede.

Namun, belakangan ini, hujan terus mengguyur Gunung Gede. Para pendaki gunung kerap kehujanan saat naik gunung atau turun gunung.

Bahkan, saat bermalam di tenda di Surya Kercana, para pendaki juga harus mendekam di dalam tenda, karena hujan tak kunjung berhenti.

Ketika angin kencang dingin terus berhembus di Surya Kencana, dan hujan tiada henti, Anda harus waspada. Pasalnya, hipotermia bisa mengintai Anda setiap saat.

Sebelum Mendaki Gunung Perhatikan Tip Manajemen Pendakian

Begitu juga di Eropa, pada November ini, suhu udara terus turun hingga sekitar 11 derajat celcius, bahkan bisa lebih buruk lagi.

Udara dingin membawa bahaya musiman, bahkan udara dingin menyumbang sekitar 20 persen tingkat kematian antara Desember-Maret.

Di negara-negara maju yang rumahnya memiliki fasilitas penghangat juga banyak yang meninggal karena hipotermia saat musim dingin.

Jadi, Anda harus mengenali hipotermia ini saat Anda akan mendaki gunung atau saat berwisata ke Eropa yang saat ini sedang musim dingin.

Beby Tsabina Sakit Karena Kedinginan di Belanda

Berikut cara mencegah dan menghadapi hipotermia:

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Sederhananya, hipotermia terjadi ketika orang menjadi terlalu dingin. Jika tubuh Anda mulai kehilangan panas lebih cepat, maka suhu internal Anda mulai menurun.

Jika turun di bawah 35 derajat celcius (dari angka normal 37 derajat celcius), maka kemungkinan tubuh Anda akan bermasalah.

Mereka yang paling berisiko terkena hipotermia adalah para lansia, bayi, pengguna narkoba, dan mereka yang tidak sehat. Suhu tubuhnya kehilangan panas pada tingkat yang lebih tinggi daripada orang rata-rata.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved