Sebelum Mendaki Gunung Perhatikan Tip Manajemen Pendakian

MENDAKI gunung merupakan aktivitas berat sehingga butuh manajemen perencanaan yang matang.

Sebelum Mendaki Gunung Perhatikan Tip Manajemen Pendakian
Eksotika Ranu Kumbolo yang dipenuhi kemah para pendaki Gunung Semeru, Sabtu (7/4/2018). (Foto: Kompas.com) 

MENDAKI gunung merupakan aktivitas berat sehingga butuh manajemen perencanaan yang matang.

Manajemen pendakian yang salah membuat banyak pendaki yang jatuh sakit, bahkan berujung kematian.

Baca: Menaklukkan Puncak Gunung ala Komunitas Elang Salam

Manajemen pendakian dimulai dari perencanaan sebelum mendaki.

Dikutip dari KompasTravel, pendaki sekaligus Anggota Senior Wanadri, Djukardi ‘Bongkeng’ Adriana mengatakan perencanaan pendakian harus detail.

Selain perbekalan, juga masalah jarak tempuh.

Ritme jalan
“Kalau tipe gunungnya yang landai, jarak tempuhnya misal 8-12 jam, kita bisa atur ritme jalan dan istirahat setiap berapa jam. Jadi ritme perjalanan itu diatur, tidak serampangan,” tutur Bongkeng pada KompasTravel, Selasa (16/5/2018).

Untuk perjalanan, ia menjelaskan agar mengatur ritme jalan untuk satu rombongan, bukan per individu.

Anda bisa merencanakannya dari landai atau tidaknya medan yang ditempuh, dan berapa perkiraan waktu tempuh.

Jika gunung landai dengan jarah tempuh minimal delapan jam, Anda bisa menentukan waktu istirahat tiap dua jam dengan lama istirahat sekitar tiga menit.

“Kalau untuk gunung terjal dengan jaraknya pendek, bisa tiap kurang dari dua jam istirahatnya, misal tiap satu jam istirahat,” tutur pria ‘kepala lima’ yang kerap dipanggil Kang Bongkeng oleh para pendaki.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help