PPP Mukernas Jakarta Resmi Dukung Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno
Humphrey Djemat menyatakan, sikap ini diambil setelah upaya islah yang diinginkan tidak mendapat sambutan baik dari PPP pimpinan Romahurmuziy.
Mukernas PPP hasil Muktamar Jakarta memberikan dukungan pada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
Sikap ini diambil setelah digelarnya Mukernas di Jakarta, sebagaimana dilaporkan Kompas TV, yang dikutip Warta Kota, Sabtu (17/11/2018).
Ketua PPP Hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat menyatakan, sikap ini diambil setelah upaya islah yang diinginkan tidak mendapat sambutan baik dari PPP pimpinan Romahurmuziy.
Baca: JS Prabowo Ungkap Raja Jokowi Ternyata Dipasang Pendukung dan Loyalis Joko Widodo
Baca: Fraksi PDIP akan Menolak Jika Perda Larangan Becak Direvisi hanya untuk Sebagian Wilayah
Baca: BREAKING NEWS: Terungkap CIA Umumkan Pembunuhan Khashoggi Atas Perintah Putra Mahkota
Situasi ini yang membuat PPP Muktamar Jakarta akhirnya membuat pilihan politik untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.
Sebaliknya, kubu PPP Romi telah menyatakan dukungan kepada pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.
Situasi ini dinilai bisa menggerus dukungan kepada pasangan Joko Widodo.
Sementrara itu, laporan Kompas.com menjelaskan, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Muktamar Jakarta Humphrey Djemat mengaku sudah mengundang kubu PPP versi Muktamar Surabaya untuk datang ke Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang dihelat pada 15-16 November 2018.
Namun, Humphrey mengungkapkan, tidak ada kubu PPP yang dipimpin Romahurmuziy hadir di Mukernas.
"Kita sudah undang kok. Ya kita lewat jalur tertentu, jalur pribadi. Tidak ada dari mereka yang menyatakan hadir," kata Humphrey, usai membuka Mukernas di kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP Muktamar Jakarta, Kamis (15/11/2018).
Sebelumnya, di tahun 2017, PPP terbagi menjadi dua kepemimpinan. Adalah PPP versi Muktamar Surabaya dan versi Muktamar Jakarta.
Baca: Pidato Banjir Pujian, Jokowi Sebenarnya Dikecilkan Anak Buahnya
Baca: Terungkap Fakta Pilu Monumen Genosida Tidak Terhenti di Khmer Merah
Baca: Prabowo Subianto dan Joko Widodo Belum Mendaftar Meski KPU sudah Buka Pendaftaran
Pada tahun itu pula, Mahkamah Agung (MA) menegaskan kepengurusan PPP periode 2016-2021 adalah Romahurmuziy sebagai ketua umum.
Hal tersebut diputuskan setelah MA menolak gugatan Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Djan Faridz.
Maka dari itu, lanjut Humphrey, PPP yang ia pimpin kini sudah menunjukkan langkah positif untuk bersatu kembali.
Baca: Hatice Cengiz Minta Arab Saudi Pulangkan Jasad dan Salat Gaib Jamal Khashoggi Digelar In Absentia
Baca: Fahri Hamzah Bandingkan Karakter Pejabat yang Suka Menghardik dan yang Bisa Kasih Argumen
Baca: Fahri Hamzah Ingatkan Jokowi untuk Dahulukan Korban Bencana daripada Rencana DP 0 Rupiah
Rencana islah itu, katanya, sudah menjadi agenda dari Mukernas.
"Ini kan sudah empat tahun kita pecah, jadi mari selesaikan. Kita berharap ada respons positif dari Romahurmuzyi sehingga penyelesaian bisa dua pihak," katanya.
Kenginan adanya islah, lanjut Humphrey, merupakan sebuah tujuan yang sangat kuat dan bukan basa-basi.
Namun, jika kubu Romahurmuziy enggan bertemu, itu adalah masalah mereka sendiri.
"Apa yang kita inginkan itu positif. Umat juga menilai, pada akhirnya ya mendorong untuk penyelesaian," pungkasnya. (Christoforus Ristianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/joko1.jpg)