Ini Penyebab Lift di Pemkot Jakarta Timur Anjlok

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 12 pengawai Pemkot Jaktim yang akan turun, terjebak lantaran pintu lift tidak mau terbuka.

Ini Penyebab Lift di Pemkot Jakarta Timur Anjlok
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Lift di Gedung A Pemkot Jakarta Timur, sempat anjlok pada Senin (22/10/2018) pagi. 

KABAG Umum dan Protokol Pemkot Jakarta Timur, Budi Awaludin mengatakan, insiden anjloknya lift Gedung A Pemkot Jakarta Timur, disebabkan tidak berfungsinya electrical board lift tersebut, sehingga membuat lift anjlok.

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 12 pengawai Pemkot Jaktim yang akan turun, terjebak lantaran pintu lift tidak mau terbuka.

"Jadi itu karena electrical board lift bermasalah, sehingga lift turun secara berlahan meluncur ke bawah," kata Budi Awaludin saat ditemui, Senin (22/10/2018).

Baca: Pagi Tadi Delapan Pegawai Pemkot Jaktim Terjebak di Dalam Lift

Kata Budi, lift yang menghubungkan delapan lantai Gedung A Pemkot Jakarta Timur hingga saat ini sudah dapat digunakan, setelah pihaknya melakukan perbaikan. Jika dilihat kondisi saat kejadian, ia memastikan saat itu tidak terjadi kelebihan muatan.

Karena lift tersebut berkapasitas 15 orang atau dengan beban sebanyak 1.000 kilogram. Budi mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi ketika para pegawai pemkot akan mengelar apel pagi.

"Jadi saat itu para pegawai mau apel pagi. Jadi dari lantai 8 sampai lantai 6 itu ada sebanyak 12 orang, lalu sampai lantai 4 itu electrical board-nya eror, sehingga lift turun berlahan sampai pada level paling rendah," jelas Budi.

Baca: Setengah Kekuatan Indro Hilang Sejak Istrinya Sakit

Ia mengungkapkan, saat lift berada di level paling rendah, antara lantai dan safety buffer berbeda, sehingga pintu lift tidak dapat terbuka. Karena kondisi panik, petugas yang berada di luar berusaha membuka paksa lift tersebut.

"Seharunya jika pintu lift tidak dapat dibuka secara otomatis, dapat menekan tombol yang berada di pintu lift, dan otomatis pintu akan terbuka, tapi karena pada saat itu mereka panik, mereka gedor-gedor pintu dan petugas yang ada di luar berusaha membuka paksa pintu lift," bebernya.

Terkait perawatan lift tersebut, Budi mengungkapkan bahwa masa pakai lift tersebut 25 tahun, bahkan pihaknya mengaku perawatan lift selalu dilakukan setiap satu tahun sekali. Selain itu, rencananya lift tersebut memang akan diganti pada anggaran 2020 mendatang.

Baca: Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Tembus 67 Juta Orang pada Akhir 2018

Atas kejadian tersebut, Pemkot Jakarta Timur berencana menempatkan petugas di lift tersebut, supaya para pegawai Pemkot Jaktim merasa nyaman dan mengantisipasi hal ini terjadi lagi.

"Perawatan setiap tahun kita laksanakan seperti biasa. Tapi dengan kejadian ini tentu kita akan evaluasi kembali," ucapnya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved