Minggu, 12 April 2026

Warga Tangerang Keluhkan Aksi Sopir Angkot yang Sandera BRT

"Yang harus didemo itu supir angkot, dulu grab ditabrak sekarang mau apa lagi dia?, ilangin kalau bisa tuh angkot."

Penulis: Zaki Ari Setiawan |
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kendati didemo terus menerus, BRT Kota Tangerang tetap beroperasi. Masyarakat pun lebih memilih moda transportasi ini dibandingkan angkot. 

WARTA KOTA, TANGERANG --- Keberadaan transportasi yang nyaman telah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat perkotaan.

Terlebih untuk memenuhi kebutuhan mobilitas yang terut meningkat, mereka membutuhkan angkutan umum yang nyaman.

Pemerintah dan swasta bersinergi melakukan perbaikan terhadap transportasi umum yang ideal, murah dan nyaman.

Banyak pilihan transportasi yang nyaman dan murah, ditambah kemudahan memiliki kendaraan pribadi, membuat angkotan kota (angkot) semakin  ditinggalkan.

Baca: Hindari Gesekan dengan Sopir Angkot, Polisi Alihkan Rute BRT Koridor 2 Tangerang

Bahkan kondisi angkot pun kian memburuk di Jakarta dan sekitranya. Hal ini juga disebabkan karena munculnya berbagai macam transportasi nyaman dan terjangkau disambut baik masyarakat.

Namun, keberadaan transportasi aman dan nyaman itu menimbulkan 'kecemburuan' para sopir angkot

Mereka menggelar aksi mogok massal. Alasannya, Bus Rapid  Transport (BRT) Koridor 2 rute Terminal Poris Plawad-Cibodas, 'menggulingkan periuk' para sopir angkot.

Namun,  aksi para sopir itu malah membuat masyarakat tidak simpatik terhadap keberadaan angkutan kota tersebut.

Dua hari ini pun viral komentar masyarakat di sosial media bermunculan yang menyayangkan aksi protes sopir angkot tersebut.

Seperti akun atas nama @click.alexi yang menuliskan komentarnya bahwa justru yang berhak didemo dan dibubarin itu sopir angkot.

"Yang harus didemo itu supir angkot, dulu grab ditabrak sekarang mau apa lagi dia?, ilangin kalau bisa tuh angkot," tulisnya melalaui akun instagram.

Baca: Warga Lebih Pilih Naik BRT Meski Didemo Pengemudi Angkot

Ada juga komentar dari akun @saharyuolive yang menyampaikan harapannya agar rute BRT diperbanyak.

"Padahal berharap diperbanyak rute eh malah begini, bukannya maju malah mundur lagi," ucapnya. Dia juga men-tag akun Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Komentar dukungan terhadap BRT juga disampaikan oleh akun @sofiyan25, yang berpendapat bahwa jika ingin maju seharusnya angkot yang diberhentikan operasionalnya.

"Kami masyarakat cuman ingin beraktivitas nyaman, dengan menggunakan transportasi yang murah dan tepat waktu," kata Dewi warga Cimone, Kota Tangerang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved