Sabtu, 18 April 2026

Dimas Anggara Jadi Anak Autis di Film Dancing In The Rain

Betapa senangnya pemain film dan sinetron Dimas Anggara (30), mendapatkan peran yang memang di impi-impikan olehnya.

Penulis: Arie Puji Waluyo |
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Dimas Anggara ketika ditemui di gedung Redaksi Warta Kota, Palmerah Barat, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018) saat mempromosikan film 'Dancing In The Rain', bersama dengan Bunga Zainal, Joshua, Gisella, dan Gilang. 

BETAPA senangnya pemain film dan sinetron Dimas Anggara (30), mendapatkan peran yang memang di impi-impikan olehnya.

Biasa tampil sebagai pria tampan yang direbutkan oleh banyaknya wanita.

Kali ini, Dimas Anggara memerankan karakter yang berbeda dari sebuah film karya Rudi Aryanto bersama rumah produksi Screenplay Pictures dan Legacy Pictures yang bertajuk 'Dancing In The Rain'.

Karakter yang diperankan oleh Dimas Anggara bernama Banyu, seorang remaja yang memiliki keterbatasan karena mengidap spectrum autis atau gangguan psikologis.

"Tahun lalu saya obrolin, akhir tahun minta sama rumah produksi yang garap film ini. Kemudian, akhir tahun juga sudah keluar judul dan ceritanya. Pas dikabulin, senang sih. Karena memang saya pengin keluar dari zona nyaman," kata Dimas Anggara ketika ditemui di gedung Redaksi Warta Kota, Palmerah Barat, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018) saat mempromosikan film 'Dancing In The Rain', bersama dengan Bunga Zainal, Joshua, Gisella, dan Gilang.

Dimas Anggara mengungkapkan kalau ia ingin sekali bisa merasakan menjadi remaja yang berkebutuhan khusus. Hal itu dikarenakan ia ingin menantang dirinya, untuk keluar dari peran yng selalu ia jalani selama ini.

"Memang saya pengin merasakan, gimana rasanya jadi anak berkebutuhan khusus. Saya pengin peranin karakter diluar pikiran orang. Karena itu perannya adalah tantangan buat saya," ucapnya.

Butuh waktu satu bulan lebih, untuk Dimas Anggara mendalami karakter Banyu, yang menjadi remaja yang mengidap spectrum autis.

Butuh waktu lama dikarenakan peran tersebut belum pernah diterima oleh suami dari pemain film dan model Nadine Chandrawinata (34).

Bahkan, selama proses syuting, Dimas sampai didampingi oleh psikolog, agar perannya menjadi anak berkebutuhan khusus tidak keluar dari dirinya.

"Awalnya saya minta sama rumah produksi, untuk ada waktu bisa belajar sama psikolog. Kemudian, psikolog dampingin saya dari awal sampai selesai syuting. Psikolognya itu memang pakar dibidang berkebutuhan khusus. Dikasih waktu untuk ketemu sama anak berkebutuhan khusus sih biar dapet karakternya," jelasnya.

Kesulitan menjadi anak spectrum autis, diakui oleh Dimas adalah mempelajari gerak tubuhnya. Ia dituntut harus semirip mungkin menjadi anak yang mengalami autis.

"Susah buat ngolah tubuhnya, karena diluar karakter asli. Body language sendiri dibuat dari kecil sampai dewasa. Karena Banyu kecil diperankan Gilang, saya yang remajanya. Saya dan Gilang ketemu di lokasi sama gilang, buat body languange sama Gilang biar mirip," ujar Dimas Anggara.

Film Dancing In The Rain mengisahkan kasih sayang dan perjuangan Eyang Uti (Christine Hakim) terhadap cucu satu-satunya, Banyu (Dimas Anggara) .

Sejak lahir, Banyu ditelantarkan orangtuanya, namun Eyang Uti dengan penuh kasih sayang merawat dan membesarkan Banyu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved