Senin, 13 April 2026

Ini Pertolongan Pertama Menolong Orang Terkena Serangan Jantung

SEBAGAI penyakit yang mematikan, serangan jantung dapat menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja

Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
Dr Sri Sari Mumpuni, dokter Rumah Sakit Pondok Indah saat dijumpai di Edu Center BSD, Tangerang, Sabtu (29/9/2019). 

Orang Terdekat Terkena Serangan Jantung, Ini Langkah-Langkah Pertolongan Pertamanya

SEBAGAI penyakit yang mematikan, serangan jantung dapat menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.

Oleh karena itu, CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) sangat diperlukan sebagai pertolongan pertama orang terdekat yang diduga mengalami henti jantung atau biasa disebut heart attack.

Baca: 384 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa dan Tsunami di Palu-Donggala

"Kalau kita melihat di sekitar Anda ada orang-orang sedang melakukan aktivitas sehari-hari tiba-tiba jatuh tidak sadar, tidak respons tidak bernapas, maka itulah yang dinamakan henti jantung. Itu bisa terjadi di mana saja, di lingkungan keluarga, di kantor, saat berolahraga," papar dr Sari Sri Mumpuni saat sosialisasi pertolongan pertama serangan jantung di Edu Center BSD, Tangerang, Sabtu (29/9/2018).

Baca: Anies Baswedan Ajak Masyarakat Sisihkan Rezeki Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu

Karena itulah pentingnya mengetahui pertolongan pertama untuk korban henti jantung, mengingat adanya golden time, yaitu kesempatan waktu bagi korban heart attack.

"Karena satu kondisi henti jantung kita harus menolong dalam waktu empat menit, paling lama sampai 10 menit, supaya sirkulasi itu kembali berjalan," lanjut dr. Sari.

Adapun ciri-cirinya adalah bagian dada terasa dihimpit dan sesak nafas.

Baca: SBY dan Ani Yudhoyono Mendoakan Warga Palu dan Donggala

Dijelaskan dr. Sari, Jika mendapati seseorang merasakan itu, sebaiknya orang terdekat untuk segera menghubungi ambulans dan memberikan CPR, yakni memompa bagian tengah dada korban dengan menggunakan telapak yang secara berkali kali sampai adanya gejala nafas atau datangnya ambulans.

"Apa yang dilakukan, sederhana, hanya melakukan komoresi di dinding dada, kemudian memastikan adanya gejala napas dan itu bisa oleh siapapun, dari anak kecil sampai orang tua, belajarlah tentang CPR," terang dr. Sri.

Baca: Ini Kisah Pilot Batik Air yang Takeoff Saat Gempa Palu, Sebelum Tower Roboh

Disampaikan dr. Sri, penyakit jantung terus meningkat setiap tahunnya, bahkan diprediksi sampai tahun 2025 akan mencapai 25 miliar penderita serangan jantung, "bukan semakin menurun, tapi semakin meningkat," jelasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved