Tanpa Minta Bayaran, Komandan Koramil Ini Layani Pasien Strok dan Saraf Kejepit
Abidin, dari Halmahera yang datang pada pukul 08.30, mendapatkan nomor antrean 98.
ENDANG meringis kesakitan saat tangan Kapten Inf Tatang Taryono memijat kaki kirinya.
Sebuah elemen membungkus kaki kanan Endang. Di dalamnya kabel listrik tersambung ke stopkontak.
Setiap Sabtu dan Minggu serta hari libur, ratusan orang memenuhi markas Koramil 2101/Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Seperti yang terlihat Sabtu (15/9/2018), para pasien sudah memenuhi markas koramil itu.
Abidin, dari Halmahera yang datang pada pukul 08.30, mendapatkan nomor antrean 98.
Abidin menderita saraf kejepit sehingga tangan kirinya tidak bisa diangkat.
Baca: Atasi Krisis Air Bersih, Pemkab Bekasi akan Bikin 108 Sumur Bor
Sedangkan Endang yang terus meringis, mengaku kakinya sakit dan selalu panas, setelah terjatuh dari perahu ke pantai, tiga tahun lalu.
Kapten Inf Tatang Taryono sehari-hari bertugas sebagai Komandan Koramil (Danramil) 2101/Sukaraja.
Ia terjun langsung menangani pasien yang terus berdatangan ke markasnya.
Karena animo masyarakat begitu tinggi, ia menularkan ilmunya kepada para personelnya.
Ia menangani pasien di teras markas, sedangkan yang lain berada di dalam ruangan-ruangan di dalam markas.
Kemampuan ini didapatkan Tatang karena pengalaman sahabatnya.
Beberapa tahun lalu sahabatnya menderita meningitis yang sudah parah, lalu terkena setrum dari televisi, dan kondisinya membaik.
Ia mengkaji pengalaman itu dan terus belajar sembari menggabungkannya dengan ilmu bela diri Laduni yang dimilikinya.
Ilmu bela diri Laduni merupakan ilmu batin, perisai keimanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kapten-inf-tatang-taryono-mengobati-pasien_20180915_140630.jpg)