Ganjil Genap
Pengendara Hindari Jalan S Parman saat Sistem Ganjil-Genap Diterapkan
"Tadi, saya lihat ada yang mutar balik. Mungkin baru ingat, sekarang penerapan sistem ganjil genap yang sebenarnya."
WARTA KOTA, PALMERAH--- Pada hari ini, Rabu (1/8/2018), penerapan sistem ganjil-genap telah diberlakukan.
Para pengendara roda empat kalang kabut. Ketika petugas menilangnya, mereka beralasan lupa dan memprotes petugas kepolisian.
Penindakan terhadap pelanggaran ganjil genap mulai berlaku hari ini terlihat di sekitar arteri atau protokol wilayah Jakarta Barat.
Penerapan peraturan itu tak hanya membuat pengendara yang terkena tilang menjadi gondok. Mereka menganggap, kebijakan tersebut justru membuat titik ruas jalan menjadi lebih macet dan meluas.
Seperti kemacetan terjadi di Jalan S Parman karena beberapa pengendara mobil mencoba menghindari razia petugas.
Kemacetan juga disebabkan karena mobil para pengendara yang ditilang memakan sebagian ruas jalan.
Baca: Perluasan Ganjil Genap Jelang Asian Games Sukses, Hanya 3 Titik Ini Masih Macet di Pagi Hari
Akibatnya, kemacetan turut terjadi di kawasan Kebon Jeruk dan Palmerah, Jakarta Barat, seperti di Jalan Sakti Raya, Kemanggisan Utama, hingga Kemanggisan Raya.
Para pengendara antre melaju, lantaran ingin melintasi jalur alternatif.
"Iya Mas lebih macet dibanding biasanya," ujar Husin (40), pengguna jalan, di Jalan Kemanggisan Utama.
Dia menduga, kemacetan tersebut akibat banyaknya pengendara yang ingin menghindari ruas Jalan S Parman.
Apalagi, jika kendaraan yang dikendarai tak sesuai nomor polisi ganjil-genap yang diterapkan.
"Pasti karena menghindari jalan S Parman jadi lebih macet begini. Mungkin pengendara yang berganjil genap takut ditilang polisi," ucpanya.
"Tadi, saya lihat ada yang mutar balik. Mungkin baru ingat, sekarang penerapan sistem ganjil genap yang sebenarnya," ucap Husin lagi.
Pengendara lainnya, Ivan (28), mengaku bahwa dirinya hanya bisa melajukan kecepatan mobilnya sekisar 20-30 kilometer per jam.
Antrean kendaraan ini, menurutnya, lebih panjang jika mendekati traffict light di ujung jalan.
"Ya mau nggak mau harus bersabar. Harus bisa lebih pagi lagi berangkat ke kantor," ucapnya.
Baca: 120 Polantas Jakarta Utara Jaga Jalur Ganjil Genap
Melaju lancar
Biasanya, simpul macet terjadi di depan Gerbang Tol Slipi 1, Pom Bensin Shell, Mal Slipi Jaya hingga di persimpangan di lampu merah Tomang.
Namun, saat diberlakukan ganjil-genap, jalan tersebut tidak terlihat kemacetan. Bahkan, kecepatan laju kendaraan yang melintas sekitar 60 kilometer per-jam.
"Lumayan, engga macet. Tadi aja, sampai bisa pacu sampai 40-50 km per jam," ucap Berri (30), pengendara mobil, di perempatan Tomang, Jakarta Barat.
Saat melintas di perempatan Palmerah hingga ke arah Tomang, pengendara bisa melajukan kendaraannya sekitar 50-60 kilometer per jam.
Namun, kepadatan kendaraan terlihat di off ramp dekat Mal Slipi Jaya. Tidak hanya itu, kendaraan yang keluar dari tol yang menuju ke Kemanggisan terlihat laju kendaraannyga sedikit tersendat.
Sementara itu, empat petugas Satlantas Wilayah Jakarta Barat tengah berjaga-jaga. Petugas mengatur lalu lintas serta menilang sejumlah kendaraan berplat genap yang keluar dari tol.
Salah satu petugas, Bripka Levi mengungkapkan bahwa sejak pukul 08.00 WIB, dia telah menindak lima pengendara mobil.
Baca: Banyak Pelanggar Ganjil Genap Beralasan Lupa, Polisi Bilang Begini
Sedangkan tiga rekan lainnya menindak pengendara mobil lainnya sebanyak 6-7 kendaraan.
"Tadi saya jaga di lampu Palmerah. Tapi harus bergeser karena mau membantu atur arus lalin di sini (Off Ramp Slipi)," ucap Levi.
Kondisi tidak jauh berbeda juga terjadi di ruas sebaliknya yakni dari perempatan Tomang ke arah perempatan Slipi Petamburan.
Ruas jalan itu nampak sangat lancar dan kemacetan yang biasa terjadi di sekitaran depan Rumah Sakit Harapan Kita, PN Jakarta Barat, hingga hotel Ibis nyaris tak terlihat.
Beberapa petugas pun terlihat di sejumlah titik mulai perempatan Tomang dan di depan hotel Peninsula. Di ruas itu juga, terpantau petugas melakukan penindakan terhadap pelanggar ganjil-genap.
IPTU Budi Susilo, Wakil Kepala Tim (Wakatim) Cakra Police Respons (CPR) Ditlantas Polda Metro Jaya, mengatakan, pelanggaran terlihat di sekitar traffic light Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Menurutnya, para pengendara banyak beralasan lupa pemberlakukan sistem ganjil-genap mulai diterapkan, Rabu (1/8/2018).
"Saya tak tau pasti jumlahnya. Akan tetapi, jika kisarannya mungkin ada puluhan lebih mobil kendaraan yang ditilang," ucapnya.
Baca: VIDEO: Ibu-ibu ini Ngamuk Ditilang Karena Tidak Ada Rambu Ganjil Genap
Budi mengatakan, dibandingkan saat sosialisasi ganjil-genap pada 2 - 31 Juli 2018, pemberlakukan resmi ganjil-genap membuat kecepatan kendaraan tampak meningkat.
"Sementara kemacetan berkurang. Saya dapat melihat penerapan ini cukup efektif. Mungkin kedepannya, menjadi lebih efektif lagi," ujarnya lagi.
Budi menilai, jika petugas semakin sedikit menilang, maka pengendara mulai sadar untuk menaati peraturan.
"Dari sekian banyak pelanggar terkena sanksi, kebanyakan mereka mengaku tak mengetahui penindakan hari ini," ucapnya.
"Padahal sosialisasi sudah dilakukan kita, Ditlantas Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI sejak beberapa hari lalu," ucap Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/razia-ganjil-genap-di-jalan-s-parman-3_20180801_114658.jpg)