Senin, 13 April 2026

Pengusaha Menjerit soal Kemacetan Parah di Tanjung Priok Jakarta Utara

Pelaku industri manufaktur terutama eksportir tekstil dan produk tekstil (TPT) mengeluhkan kondisi kemacetan di Tanjung Priok.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi kemacetan di Jalan Yos Sudarso tepatnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi pemandangan yang biasa pada saat sore hingga malam hari. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Kalangan pelaku industri manufaktur terutama eksportir tekstil dan produk tekstil (TPT) mengeluhkan kondisi kemacetan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang makin hari makin macet sehingga menghambat upaya peningkatan ekspor.

Kemacetan di Tanjung Priok yang menjalar ke akses kawasan industri melemahkan daya saing produk ekspor Indonesia karena waktu pengiriman yang bertambah panjang.

Ernovian G Ismy, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), mengatakan, kemacetan di Tanjung Priok yang menjalar ke akses kawasan industri makin lama makin parah.

Baca: Tanjung Priok Macet, Pemerintah Kota Jakarta Utara Mencoba Memberikan Solusi

Hampir seluruh pengusaha di seluruh sektor manufaktur, terutama eksportir TPT, merasakan masalah besar ini.

"Ini bahaya sekali jika makin lama makin macet. Kita akan kehilangan daya saing ekspor," katanya, Jumat (27/7/2018).

Jika kemacetan ini tidak mampu dibenahi, lanjut dia, dikhawatirkan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi eksportir karena terjadinya keterlambatan pengiriman.

"Jika produk ekspor terlambat terkirim, buyers asing akan protes, umumnya minta diskon hingga 50 persen atau bahkan ada yang ditolak produknya," katanya.

Menurut dia, masalah krusial ini lambat laun akan menjadi bom waktu yang meledak seketika dan dampak lanjutannya merugikan baik para eksportir maupun mengancam kinerja ekspor nasional.

Untuk mengatasi hal itu, peran koordinasi dari pemerintah masih sangat lemah.

Baca: Pukul 07.10 Tol JORR ke Tanjung Priok Macet Total

"Sudah selayaknya masalah kemacetan ini mendapat perhatian khusus dari Presiden. Seperti waktu mengatasi dwelling time, Presiden mesti turun tangan dan melihat langsung arus pergerakan barang dari kawasan industri ke Tanjung Priok," katanya.

Menurut dia, kemacetan yang parah otomatis menimbulkan penumpukan sehingga menghambat distribusi dan logistik.

Padahal logistik berperan hingga 24 persen dari total biaya yang terdiri atas biaya pelabuhan delapan hingga sembilan persen, gudang dua hingga tiga persen, dan transportasi darat empat hingga lima persen.

Baca: Kemacetan di Tanjung Priok, Dilema Mahalnya Tarif Tol Pelabuhan

Dengan adanya masalah ini, kata dia, target ekspor TPT sebesar lima hingga enam persen dari capaian tahun lalu 12,4 miliar dolar AS akan terganggu.

Padahal, pertumbuhan ekspor dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Seluruh negara berupaya untuk meningkatkan ekspor di tengah perlambatan ekonomi dunia yang belum pulih makanya banyak terjadi perang dagang. Nah bagaimana kita mau bersaing jika jalanan menuju dan dari pelabuhan macet, bisa-bisa barang ekspor kita terlambat sampai tujuan," katanya.

Kontan.co.id/Havid Vebri
Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Pengusaha Keluhkan Kemacetan di Tanjung Priok

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved