Kemacetan di Tanjung Priok, Dilema Mahalnya Tarif Tol Pelabuhan

Kemacetan yang terjadi di Jalan Yos Sudarso tepatnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi pemandangan yang biasa.

Kemacetan di Tanjung Priok, Dilema Mahalnya Tarif Tol Pelabuhan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kemacetan yang terjadi di Jalan Yos Sudarso tepatnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi pemandangan yang biasa pada saat sore hingga malam hari. Seperti yang terlihat pada Rabu (16/5/2018). 

WARTA KOTA, CILINCING---Kemacetan yang terjadi di Jalan Yos Sudarso tepatnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi pemandangan yang biasa pada saat sore hingga malam hari. Mahalnya tarif tol menjadi salah satu biang keladi.

Koordinator Seno Indomobil Logistik, Cecep, mengatakan, kondisi tersebut salah satunya diakibatkan para sopir truk kontainer yang enggan memanfaatkan fasilitas jalan tol.

Baca: PUPR RI Klaim Pembangunan Tol Pelabuhan Mencapai 98 Persen

Pasalnya tarif yang mahal menjadi kendala hingga akhirnya jalan tol terlihat sepi.

"Jadinya para sopir mending lewat bawah yang akhirnya berdampak kemacetan. Kalau lewat jalan tol, harganya bisa lebih dari Rp 50.000 sekali jalan, jaraknya cuma sekitar 1 kilometer," kata Cecep, Rabu (16/5/2018).

Cecep mengatakan, keengganan para sopir menggunakan jalan tol karena uang jalan yang diberikan dari perusahaan terbatas.

Baca: Tingkatkan Pelayanan, Pelabuhan Tanjung Priok Resmikan Billing Center

Sementara tarif tol yang mahal membuat mereka harus berpikir dua kali dengan kondisi tersebut.

"Misalnya mau mengirim barang ke Cibitung dikasih uang jalan Rp 900.000 untuk pulang pergi. Nah itu sudah termasuk solar, makan, bongkar muat, dan lain-lain. Jadi kalau harus lewat tol, otomatis uang yang dibawa ke rumah berkurang," kata Cecep.

Sementara apabila lewat bawah, masalah lain muncul yakni kemacetan yang bisa terjadi hingga berjam-jam dan bahkan seharian.

Baca: Pengendara Motor Mendadak Berjatuhan di Depan Stasiun Tanjung Priok

Ditambah lagi ancaman gangguan keamanan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Kalau sudah kena macet bisa seharian. Sementara kalau maksain juga bisa kena ancaman bahaya. Tapi kalau nunggu bisa jalan, kelamaan yang ujung-ujungnya terlambat jadwal pengiriman. Jadinya dilema," katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help