Kesehatan
10 Alasan Medis Mengapa Anda Kelaparan Sepanjang Waktu
"Itu bukan karena kebutuhan, tetapi kortisol memberitahu otak Anda bahwa Anda tidak kenyang," katanya.
Saat menjalani kegiatan sehari-hari, Anda kerap merasa lapar sepanjang waktu. Segala makanan Anda santap, tapi tetap saja kelaparan.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Berikut alasan medis yang menyebabkan Anda lapar setiap saat.
1. Depresi
Mengunyah makanan terus menerus menjadi mekanisme mengatasi depresi atau kecemasan.
Mungkin tubuh Anda tidak memiliki hormon serotonin yang baik.
Menurut Holly Lofton MD spesialis, manajemen berat badan dan direktur program manajemen berat badan medis di NYU Langone Medical Center, menyantap pasta atau roti dapat menenangkan pikiran Anda yang sedang cemas.
“Anda tidak mengobati depresi dengan seledri,” katanya. "Anda makan makanan apa pun yang ibu Anda berikan agar Anda merasa baik."
2. Stres
Ketika pikiran dalam keadaan tertekan, hormon stres kortisol membanjiri tubuh Anda.
Hormon tersebut berusaha meyakinkan bahwa Anda lapar dan harus makan.
Padahal saat itu, kata Shanna Levine MD, pendidik klinis di Mount Sinai School Medicine, fisik Anda tidak membutuhkan kalori.
"Itu bukan karena kebutuhan, tetapi kortisol memberitahu otak Anda bahwa Anda tidak kenyang," katanya.
"Itulah mengapa stres menyebabkan orang terlalu banyak makan.”
Baca: Mandi Air Dingin Setiap Hari Mengurangi Stres dan Memulihkan Otot
3. Hipertiroidisme
Anda lapar sepanjang waktu dan makan lebih banyak dari biasanya. Anda pun tidak berpikir bagaimana menurunkan berat badan.
Saat itu yang 'berbicara' tiroid Anda yang bisa memproduksi hormon berlebihan, memicu tubuh Anda untuk 'meminta' sesuatu.
"Pikirkan tiroid sebagai organ hormon endokrin yang mempercepat segalanya di dalam tubuh," kata Dr Lofton.
“Jadi Anda juga akan mempercepat metabolisme, dan meningkatkan rasa lapar sebagai hasilnya.”
Tiroid juga terlibat dalam bentuk rasa lapar dan ingin merasa kenyang, sehingga sulit bagi Anda terus bergerak aktif.
Rasa lapar Anda pun dibarengi dengan kelelahan, muram, kuku rapuh, dan rambut rontok, sebagai tanda hipertirodisme.
4. Kegemukan
Makan berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Sedangkan obesitas itu sendiri juga dapat membuat Anda lapar sepanjang waktu.
Menurut Dr Lofton, Lemak yang berlebihan dapat menyebabkan tingkat insulin Anda meroket, membuat nafsu makan Anda naik sebagai respons.
Ditambah lagi, sel-sel lemak membuat tubuh Anda kurang sensitif terhadap hormon kenyang dan leptin.
"Karena lemak menghasilkan hormon sendiri, bagian dari obesitas adalah bahwa orang cenderung merasa lebih lapar daripada seseorang dengan metabolisme yang lebih tinggi dan dalam bentuk yang lebih baik," katanya.
Baca: Mampu Perangi Obesitas dan Resistensi Insulin, Yuk Rutin Minum Ini
5. Hipoglikemia
Gula darah rendah bisa disebabkan berbagai alasan seperti masalah pankreas. Sedangkan tubuh Anda membutuhkan sumber energi.
"Tubuh yag merasa lapar menyampaikan sinyal ke otak untuk memberitahu Anda untuk mengambil lebih banyak makanan yang memiliki cukup glukosa darah untuk memasuki sel-sel," kata Dr Lofton.
6. Diabetes
Ketika Anda menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2, maka akan sama-sama mengacaukan kadar gula sehingga menciptakan siklus rasa lapar.
Lantas, orang berusaha merawat kadar gula dalam darahnya. Gula darah rendah memicu nafsu makan.
"Apa yang terjadi adalah orang makan terlalu banyak dan terlalu tinggi kadar gula, dan tidak bisa kenyang," kata Dr Levine.
Oleh karena itu, jika Anda lapar sepanjang waktu, coba jaga gula darah Anda dengan cara menjauhi makanan berat karbohidrat atau olahan.
7. Menstruasi
Perubahan hormonal selama periode menstruasi dapat membuat Anda menghabiskan selusin cupcakes.
Meski begitu, Anda juga menginginkan lebih banyak kalori untuk memenuhi tuntutan ekstra tubuh Anda selama datang bulan.
“Ini adalah keadaan berenergi tinggi untuk tubuh Anda, itulah mengapa wanita cenderung merasa lelah dan mengalami dehidrasi,” kata Dr Levine.
"Dalam segala bentuk keadaan berenergi tinggi, tubuh secara fisik memerlukan lebih banyak kalori.”
Baca: 4 Olahraga Ini Tidak Boleh Dilakukan Saat Sedang Menstruasi
8. Obat-obatan
Meningkatnya nafsu makan adalah efek samping dari beberapa obat, termasuk antidepresan SSRI, steroid untuk kondisi seperti alergi atau lupus, dan obat anti kejang.
Jangan berhenti minum obat Anda, melainkan konsultasikan kepada dokter Anda untuk mengganti resep.
"Obat apa pun yang Anda minum adalah bahan kimia yang Anda masukkan ke dalam tubuh Anda,” kata Dr Lofton.
"Bicarakan dengan dokter Anda dan lihat apakah ada alternatif lain tanpa menyebabkan efek samping."
9. Dehidrasi
Bahkan jika Anda merasa lapar, Anda mungkin hanya salah menafsirkan kebutuhan tubuh Anda terhadap air.
"Ketika Anda mengalami dehidrasi, sebelum Anda merasa haus secara fisik, Anda akan merasa lapar, dan sering kali orang salah mengartikannya,” kata Dr Levine.
Dia merekomendasikan untuk memulai hari dengan segelas air, kemudian membawa botol air bersama Anda sehingga Anda bisa mendapatkan 1,5 hingga 2,5 liter sepanjang hari.
Cobalah untuk tetap minum air putih ketimbang minuman manis.
Menurut Levine, minuman manis dapat mengelabui otak Anda bahwa Anda selalu lapar, meskipun sudah banyak ekstra kalori yang Anda dapatkan dari minuman manis yang Anda reguk.
Baca: Awas, Dehidrasi Bikin Lemot
10. Insomnia
Jika Anda tidur malam kurang dari 7 atau delapan jam, maka Anda kesulitan mengatur hormon yang mengontrol tingkat rasa lapar ketika Anda terjaga.
Hormon ghrelin akan 'meneriakkan' rasa lapar, sehingga Anda segera meraih makanan, padahal tubuh tidak membutuhkan kalori.
Baca: Penderita Insomnia Berisiko Stroke
“Setiap hari, Anda bangun dan memiliki kebutuhan metabolik,” kata Dr Levine. “Ini adalah bentuk stres ketika Anda kekurangan tidur dan menyebabkan disregulasi hormon.”
Untuk mengatasinya, ketika Anda merasa lapar, raih camilan sehat untuk memuaskan rasa kelaparan Anda. (Reader's Digest)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/karbo_20180605_154047.jpg)