Kedepan Lakespra Saryanto Dapat Dimanfaatkan oleh Penerbangan Sipil
Kolonel Kes Krismono kini menduduki jabatan baru sebagai Kepala Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa Saryanto.
Penulis: Joko Supriyanto |
KOLONEL Kes Krismono kini menduduki jabatan baru sebagai Kepala Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa Saryanto (Lakespra Saryanto).
Sebelumnya Krismono menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal RSAU dr Esnawan Antariksa di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Dipercaya sebagai Kepala Lakespra, tentunya Krismono memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengemban tugas untuk menjadikan Lakespra tidak hanya sebagai tempat cek kesehatan bagi kru pesawat, melainkan dapat menciptakan SDM yang profesional dan tangguh.
Krismono mengatakan, Lakespra adalah lembaga milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) dari Dinas Kesehatan TNI AU.
Meski demikian, Lakespra tidak hanya mengurusi masalah-masalah kesehatan penerbang TNI AU saja, melainkan menangani kesehatan penerbangan sipil.
"Memang selama ini Lakespra itu belum banyak dikenal oleh masyarakat umum, Lakespra hanya dikenal oleh masyarakat penerbangan saja khususnya angkatan udara. Walau ada beberapa perusahan penerbangan sipil mulai bekerja sama dengan kami, namun jumlahnya masih sedikit," kata Kolonel Kes Krismono saat ditemui Warta Kota, Rabu (18/7/2018).
Walau begitu, dirinya ke depan akan berusaha meningkatan Aerofisiologi dan Aeroklinik sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk penerbangan sipil yang berstandar Internasional Civil Aviation Organization (ICIO).
Begitu pula dengan penerbangan TNI AU yang standar penerbangan TNI pada umumnya.
Dikatakan Krismono, Aerofisiologi adalah suatu bidang pengetahuan di mana pilot mengetahui tentang syarat penerbangan yang sebenarnya.
Di sini terdapat sejumlah alat untuk menguji secara rutin kesiapan fisik dari pilot terhadap sejumlah pengaruh gaya gravitasi, seperti basic Orientation Trainer, Night Vision Trainer, Osy Fault Trainer, Humas Centrifuge, Position Pressure Breathing, dan Election Set Trainer.
"Nah kalo Aeroklinik sendiri itu pemeriksaan dari ujung kepala hingga ujung kaki, sedangkan Aerofisiologi itu diharapkan setiap orang bisa berorientasi terhadap udara," katanya.
Tak hanya kesehatan bagi para pilot, mereka juga diajarkan mengenai test keselamatan misalnya meloloskan diri dari pesawat saat landing darurat.
"Kalo tidak dilarikan, tidak mungkin dia bisa menyelamatkan diri, dan itu ada disini namanya Helicopter Underwater Estape Training. Ada juga namanya Sit Ejection yaitu kursi pelontar itu juga dilatihkan disini, dan masih banyak pelatihan lainnya. Jadi disini tempatnya indoktrinasi latihan Aerofisiologi supaya semua awak pesawat terlatih dalam keadaan seperti angkasa begitu," ucapnya.
Mantan Kepala Satuan Pengawas Internal RSAU dr Esnawan Antariksa ini juga berharap selama dirinya telah dipercaya menjabat sebagai Kalakespra, kedepan Lakespra tidak saja untuk penerbang TNI AU tetapi juga penerbang sipil.
"Kita berharap nanti Lakespra tidak hanya untuk penerbang TNI AU saja tapi juga penerbang sipil, supaya kecelakan dapat diminimalisasi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/krismono_20180719_103925.jpg)