PPDB 2018
Ridwan Kamil Curhat Anaknya Masuk Sekolah Swasta, Netizen Ikut Curhat
Curahan hati Ridwan Kamil soal anaknya tersingkir dari Sekolah Menengah Atas 2 Bandung mengetuk hati ratusan ribu netizen.
Karena pendidikan senyatanya merubah kehidupan menjadi lebih baik.
"Sy ge sakola di kampung nu pasilitasna sangat minim. Tapi ai tekad kuat jeung aya milikna mah alhamduliah we sakola bisa luhur jeung ayeuna alhmdlh lah hirup bahagia. Intina sakola dimana wae ge kumaha jelemana, mun tekad na hayang pinter jeung hayang merubah kehidupan jd lebih baik," jelasnya lewat akun @eka_uem.
Hikmah di balik kegagalan
Seperti diberitakan sebelumnya, Ridwan Kamil dalam akun Instagramnya @ridwankamil pada Rabu (11/7/2018) bercerita tentang hikmah di balik kegagalan anaknya masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Bandung.
Walau anaknya tersingkir dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018, Kang Emil mengaku tidak ingin menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk memaksakan anaknya masuk sekolah negeri.
'Zara, anak perempuan saya, NEM nya bagus dan mendaftar ke SMPN 2 Bandung. Namun ia tidak diterima karena tergeser oleh kuota sistem zonasi PPDB Kota Bandung versi awal, sebelum yang sekarang.
Zara tidak terima. Ia merasa ini tidak adil. Ia menangis dan bertanya-tanya. Saya pun sebagai ayahnya ikut patah hati.
Namun Setelah saya terangkan perlahan, bahwa itu adalah sebuah peraturan yang harus kita hormati. Dan hidup yang mulia adalah hidup yang taat aturan dan syariat, akhirnya ia berhenti menangis dan mencoba paham.
Banyak pihak tanya 'Anda kan Walikota, Anda kan punya kuasa atuh, bisa kali nyelipin buat anaknya sendiri. Masa tega sih ama anaknya sendiri?!'. Saya telan percakapan2 itu.
Saya diskusikan panjang dengan Bu Cinta. Dan kami pun sepakat kami taati aturan aja walau pahit. Apa jadinya jika saya ikutan melanggar aturan diam-diam.
Nilai hidup apa yang akan menempel seumur hidupnya Zara, jika ia kami paksa masuk dengan cara yang tidak baik.
Maka pastilah ia akan meyakini bahwa berbohong itu boleh, demi sebuah tujuan. Nauzubillah.
Dan Zara kini menyesuaikan diri, mencari bahagia dan gembira sekolah di SMP swasta.
Semoga ini menjadi hikmah, bahwa mungkin kita tidak menyukai sebuah aturan yg membuat kita di pihak yang kalah. Namun aturan tetaplah aturan. Mari kita hormati.
Kesuksesan tidak selalu harus dengan bersekolah di negeri. Kesuksesan datang dari bagaimana kita berdamai dengan takdir menyiasatinya dengan ikhtiar dan doa.
Hatur Nuhun. mari'
Postingan Kang Emil itu menyentuh hati netizen.
Terbukti, hanya dalam dua jam, tepatnya pukul 13.00 WIB, postingannya disukai sebanyak 222,485 netizen dan dikomentari 12.934. (dwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180302berita-foto-psi-sebut-incar-ridwan-kamil-sejak-tiga-tahun-lalu1_20180302_212314.jpg)