PPDB 2018
Ridwan Kamil Curhat Anaknya Masuk Sekolah Swasta, Netizen Ikut Curhat
Curahan hati Ridwan Kamil soal anaknya tersingkir dari Sekolah Menengah Atas 2 Bandung mengetuk hati ratusan ribu netizen.
CURAHAN hati yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Terpilih, Ridwan Kamil soal anaknya tersingkir dari Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Bandung mengetuk hati ratusan ribu netizen.
Lewat akun Instagramnya @ridwankamil, beragam keluhan pun disampaikan.
Salah satunya adalah Ria lewat akun @ria.viesca. Dirinya mengapresiasi keputusan Kang Emil-sapaan Ridwan Kamil, untuk tidak memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi.
Namun permasalahan utama adalah biaya pendidikan yang harus dibayar apabila seorang anak harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
"Gampang aja bilang ikut peraturan tinggal masukin ke swasta favorite .... Untuk sebagian orang yg kurang beruntung dan ga ada dana untuk masuk ke sekolah swasta gmn?...maaf bukannya ga berfikiran positive tp ini realita...untuk yg ada dana sih tinggal masuk aja swasta. Nah yg ga ada dana gmn??," tulisnya.
Sementara Dhini lewat akun @dhinieanggraeni dan @rockyrumando86 mempermasalahkan soal sistem zonasi yang diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Karena menurut keduanya sistem tersebut tidak adil.
"Tp ttp we kesel pa...knp harus ada zonasi...tp ya sudahla...nurutan bapak we heheh @ridwankamil," tulis @dhinieanggraeni.
"Assalamualaikum pak coba tolong jelaskan jika iya sistem zonasi tidak menggunakan nem untuk mendaftar ke tingkat smp .. untuk apa siswa/siswi mengikuti UN .. dan jika sistem zonasi terus berlaku apakah kita para wali murid harus membuat rumah yang berlokasi depan pagar sekolah ? . Supaya anak/adik/sodara kita bisa di terima di sekolah smp negri yang di inginkan ? . Aturan memang harus kita taati namun bagaimana jika lokasi permukiman yg jauh dari sekolah negri ?," balas rockyrumando86.
Sistem zonasi dinilai Gugus Putradi sangat membingungkan. Bahkan menurutnya aturan tersebut terkesan belum matang dan masih dalam tahap uji coba.
"Sistem zonasi ini memang sistem yg membingungkan. Aturan nya terkesan belum matang. Sptnya aturan ini msh dlm tahap uji coba. Kasian adik2 pinter yang pgn sekolah d sekolah unggulan, akhirnya cm bisa sekolah d sekitaran rumah," ungkapnya lewat akun @gugusputradi.
Menjawab pertanyaan, Mochamad Ramadhan lewat akun @moch.ramdhan86 menjelaskan, tujuan sistem zonasi berdasarkan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.
Dijelaskan, sistem tersebut senyatanya mendorong pemerataan kualitas dan fasilitas pendidikan sekolah, sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit.
"Kan tujuan jangka panjangnya memang sesuai dengan yg di utarakan, yaitu pemerataan kualitas sarana dan prasarana sehingga tdk ada lagi kalimat sekolah unggulan dan non unggulan / favorit dan non favorit. Dan kemendikbud sudah menyiapkan langkah selanjutnya yaitu pemerataan bagi tenaga pendidik (guru)," jelasnya menyempatkan tautan https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/06/kemendikbud-sistem-zonasi-mempercepat-pemerataan-di-sektor-pendidikan.
Menanggapi polemik tersebut, Eka menyebut, sekolah di mana pun sama saja, asalkan bersungguh-sungguh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180302berita-foto-psi-sebut-incar-ridwan-kamil-sejak-tiga-tahun-lalu1_20180302_212314.jpg)