Benarkah Pusat Perdagangan Elektronik Glodok Jakarta Barat Mati Suri?
Jadi transaksi seringkali dilakukan hanya melalui pemesanan melalui telepon sehingga si pembeli tak hadir secara fisik.
WARTA KOTA, PALMERAH---Lantunan lagu seolah saling bersautan menyambut pengunjung yang datang ke Glodok Plaza di kawasan Jalan Pinangsia Raya, Jakarta Barat.
Banyak yang menyatakan kalau Glodok tengah sekarat.
Baca: Libur Pilkada Serentak, Besok Sebagian Toko di LTC Glodok Buka Agak Siang
Hal itu dipicu banyak sebab perubahan pola konsumsi masyarakat, di mana penetrasi bisnis daring bisa jadi satu dari sekian alasannya.
Pada akhir pekan pukul 12.00 WIB suasana di sana terlihat sepi, lebih banyak didominasi oleh suara lagu yang disetel oleh pemilik toko.
Padahal di sana terdapat aneka produk barang-barang elektronik, utamanya alat musik dengan audio system-nya serta CCTV dan security system lainnya.
Baca: 103 Patung Dewa Dewi Siap Diarak pada Karnaval Budaya Nusantara Cap Go Meh Glodok
Untuk barang elektronik lainnya seperti TV dan Kulkas, banyak terjaja di kompleks pertokoan sekitar Glodok Plaza. Keadaannya tak jauh beda, tak banyak yang mengunjungi.
Bagaimana roda bisnis di sekitaran Glodok Plaza itu bisa bergulir?
Menurut Hendy, pengelola Wim, salah satu toko elektronik di kompleks pertokoan Glodok Plaza, kondisi itu hampir dialami setiap hari.
Tidak hanya ketika akhir pekan, namun Hendy menyebut, ramai dan sepinya aktivitas jual-beli di sini bersifat layaknya siluman.
Baca: Bunga Meihua Hiasi Lobby Pasar Glodok City, Dijual Harga Mulai Rp1,3 Juta
Bukan tanpa alasan Hendy berkata demikian. Pasalnya, hampir semua toko-toko di sana sudah memiliki pelanggan tetap.
Jadi transaksi seringkali dilakukan hanya melalui pemesanan melalui telepon sehingga si pembeli tak hadir secara fisik.
Dengan kata lain, meski secara fisik pengunjung tak terlihat padat, namun transaksi tetap berjalan.
“Kami memang mengandalkan pelanggan. Jadi, yang beli seringkali cuman via telepon. Kalau di sini enggak punya langganan, bisa mati kutu,” kata pria yang sudah 18 tahun menggeluti bisnis ini.
Bagi Hendy selaku pengelola toko yang barang dagangannya didominasi oleh televisi ini, asalkan bisa menjaga pelayanan dan kepercayaan pelanggan, bisnisnya akan tetap terasa aman.
Baca: Menyongsong E-Commerce, LTC Glodok Siap Melayani Konsumen Lewat Online
Sekali pun kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terlihat tengah menjadi ancaman perekonomian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170714pasar-glodok-city-mulai-ditinggalkan-pembeli_20170714_155940.jpg)