Faktor Penentu Kemenangan Asyik Versi Lembaga Survei SPIN
Dalam Pilkada Jawa Barat tahun 2008 dan 2013, Aher selalu diprediksi kalah semua lembaga survei.
Menurut dia, bisa jadi hal tersebut merupakan wujud kepanikan penguasa bahwa paslon Asyik yang tidak mendukung Jokowi 2 periode berpotensi menang.
"Sehingga, pelantikan Komjen Irawan tetap di lakukan, meskipun diduga melanggar aturan dan menciptakan kegaduhan. Hal ini tentu bisa menjadi amunisi penguasa untuk pemenangan paslon tertentu. Namun, sebaliknya, mungkin saja malah kontradiktif, bahkan blunder. Karena prilaku aparat lebih mudah ditebak daripada prilaku pemilih," katanya.
Sedangkan faktor yang keempat, 'nyunda', 'nyakolah', dan 'nyantri' adalah poin penting warga Jabar memilih Gubernurnya. Menurutnya, ada sublimasi ketiga faktor itu ke dalam diri Sudrajat sebagai orang asli Sumedang, berlatar belakang militer dengan pendidikan sangat baik.
"Begitu juga dengan Syaikhu yang berasal dari Cirebon adalah seorang uztad dan birokrat berwawasan luas," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/debat_20180515_064023.jpg)