Mengharukan, Begini Suasana Lebaran di Panti Jompo Cipayung
Kalo disini itu tidak ada titipan, mereka ini kebanyakan sudah tidak punya Keluarga," kata Akhmal.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ahmad Sabran
Momentum lebaran biasanya dimanfaatkan warga untuk bersilahturahmi dengan sanak famili dari berbagai tempat kota asal. Kehangatan lebaran makin terasa ketika saling berjabat tangan untuk saling memanfaatkan satu dengan yang lainnya.
Ditambah keakraban makin terasa dengan hiasan makanan khas lebaran yang tersedia disetiap rumah-rumah, tak hayal membuat suasana semakin akrab.
Namun nampaknya suasana tersebut tidak mengurangi apa yang dirasakan oleh ratusan warga di panti jompo Tresna Werdha Budi Mulia 1. Walaupun sudah tidak memilik keluarga hal itu tidak mengurangi kehangatan yang mereka rasakan.
Padahal menikmati masa senja yang sejahtera bersama keluarga adalah keinginan bagi setiap orang, namun hal itu berbanding terbalik bagi mereka yang tinggal di Panti Jompo.
Seperti yang dirasakan oleh, Nurhamidah (85) meski umurnya sudah tak muda lagi, namun dirinya masih semangat untuk menjalani kehidupan sehari-hari meski di lingkungan Panti Jompo.
Dirinya tinggal di panti sejak 2011 silam, walau memiliki anak, ia mengaku perekonomian anaknya tergolong sangat miris sehingga dirinya lebih memilih tinggal di panti jompo. Walau begitu dirinya kerap kali merindukan anaknya meskipun saat lebaran anaknya menemui dirinya.
"Ada anak saya yang terkahir, kadang kangen, anak saya ada tujuh tapi yang paling baik yang terakhir," kata Wanita berlogat Batak tersebut saat ditemui Minggu (17/6/2018).
Ketika merindukan anaknya, Nurhamida kerap kali menyanyikan sebuah lagu, walau tak terdenger jelas, namun lagu tersebut dinyanyikan sepenuh hati untuk anaknya tersebut.
Sementara itu dibeberapa sudut nampak terlihat beberapa lansia tengah berbincang satu dengan yang lainnya, hal itu menandakan betapa akrabnya para lansia ini. Walau begitu ada beberapa yang hanya duduk termenung dengan tatapan kosong.
Selain itu keakraban tak hanya ditunjukan oleh para lansia saja, namun ada beberapa petugas yang membantu merawat mereka berbincang dan bercengkrama, sehingga hal itu terlihat betapa mereka merawat dengan sungguh-sungguh bagaikan orangtuanya sendiri.
Sulasmini (68) mengaku baru dua minggu berada di Panti, dirinya mengaku betah tinggal di Panti selain banyak teman seusianya setidaknya hidupnya jauh lebih layak dari pada sebelumnya.
Walau begitu sejujurnya dirinya ingin lebih mandiri dan bekerja seperti sebelum dirinya berada di Panti.
"Dulu saya di Jatinegara ngontrak jualan di pinggir Jalan. Ya betah disini, cuma saya ngak bisa kalo ngak gerak, biasanya mandiri cari duit sekarang mesti disini, tapi untung ada tempat belajar jahit, jadi isengnya disitu," katanya.
Walau sudah tidak punya keluarga dan hanya sebatang kara, namun pendengaran dan penglihatan masih cukup bagus, bahkan dirinya masih aktif berkomunikasi dengan para lansia lainnya. Meski begitu ketika suasana lebaran, ia kerap kali merindukan keluarga-keluarganya yang datang menjemputnya.
Sembari menyantap makanan yang disediakan, kehangatan dan keakraban lansia ini cukup terasa bak seperti keluarga baru yang terlahir kembali dalam kehidupan masa tua mereka.
Saat ditemui secara terpisah, Kepala Panti Tresna Werdha Budi Mulia Cipayung dan Ciracas, Akhmal Awe mengatakan dalam rangka idul fitri, pihaknya membuat suasana serasa lebaran dengan keluarga bagi para lansia.
"Kita juga ada salat idul fitri juga, sama sama semua salat di Ciracas, abis dari sana kita makan ketupat dan opor ayam. Jadi kami berusaha menciptakan suasana lebaran," katanya.
Tak Punya Keluarga
Kepala Panti Tresna Werdha Budi Mulia Cipayung dan Ciracas, Akhmal Awe mengatakan bahwa jumlah warga penghuni panti sendiri saat terdata sebanyak 210 lansia.
Pada umumnya mayoritas penghuni berasal dari luar DKI yang memiliki permasalah yang berbeda beda, namun seluruhnya yang menghuni disini karena faktor berbeda-beda yang ditemukan oleh petugas di Jalanan.
"Kalo disini itu tidak ada titipan, karena yang namanya orang tua itu dia paling seneng berada di tengah-tengah keluarga, nah mereka ini kebanyakan sudah tidak punya Keluarga," kata Akhmal.
Dikatakan Akhmal jika pun memiliki keluarga, pihak panti aku melakukan survey ketempat yang disebutkan untuk melakukan pendataan bagimana kondisi keadaan keluarganya. Namun kebanyakan yang ditemukan keluarganya tidak mampu untuk merawat sehingga jika dibiarkan justru akan terjadi ekploitasi.
"Dari pada orang tuanya disuruh minta-minta lebih baik orang tuanya berada di Panti dan kami jamin akan kami rawat dengan baik. Baik kesehatannya, kandangnya, seharinya-harinya semua pemerintah yang tanggung," ucapnya.
Di Panti ini terdapat kamar dengan kategori yang berbeda. Ada enam kategori yang bisa ditempati oleh nenek dan kakek disini. Pertama Wisma bogenvile ditempati oleh 13 orang nenek dan kakek yang mandiri dalam arti bisa melakukan semua tanpa dibantu.
Begitu juga dengan Wisma Catelia khusus untuk nenek mandiri dan Wisma Edelweis untuk kakek mandiri. Sedangkan Wisma Dahlia dikhususkan untuk nenek yang memerlukan pendampingan (total care) dalam arti semua dibantu oleh petugas mulai dari makan, mandi, mencuci pakaian semuanya didampingi oleh petugas.
Sedangkan untuk kakek ditempatkan di Wisma Flamboyan. Sedangkan Wisma Cempaka dikhususkan untuk kakek nenek parsial atau semi total care yang sebagian kegiatannya dapat dilakukan sendiri namun ada beberapa yang perlu dibantu petugas.
Perluas Panti
Dikatakan Akhmal jika mengurus para lansia memilik kesulitan sendiri namun hal itu tidak dijadikan sebuah halangan untuk merawat para lansia. Saat ini jumlah pengurus sekitar 50 petugas tentunya hal itu dinilai kurang dibandingkan dengan jumlah lansia saat ini yang mencapai 210.
"Semuanya ada 50 petugas yang menangani 210 lansia, tapi untungnya kami selama ini dibantu oleh beberapa akademisi yang datang membantu kami, mereka praktek disini," katanya.
Memiliki luas sekitar 1 hektar, Panti Tresna Werdha Budi Mulia Cipayung sejujurnya masih membutuhkan tempat baru, untuk itu dirinya akan mengembangkan beberapa panti.
"Beruntung kami dipercaya memegang dua panti Cipayung dan Ciracas nanti akan kita kebangkan. Ciracas itu daya muatnya 200 dan di Cipayung 210. Untuk itu insaallah tahun depan seluruhnya dapat memuat 500 lansia," katanya.
Dilakukan pengembangan dibeberapa panti lantaran, Akhmal melihat saat ini banyak lansia-lansia yang terlantar. Pasalnya di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) sudah banyak menunggu untuk masuk ke panti ini. (JOS)