Rabu, 8 April 2026

Gizi Anak

Ini Alasan Si Buah Hati Harus Konsumsi Sayur dan Buah

Mengenalkan buah dan sayur untuk si kecil perlu dilakukan, karena keduanya mengandung karbohidrat, vitamin, mineral dan serat.

Penulis: Vini Rizki Amelia |
Thinkstockphotos
Ilustrasi pemberian makanan bayi. 

Data riset kesehatan tahun 2013 mencatat bahwa masyarakat Indonesia tergolong kurang makan sayur dan buah.

Penelitian itu menyebutkan bahwa 93,5 persen penduduk berusia di bawah 10 tahun tidak mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran.

"Padahal, konsumsi sayur dan buah sangat penting untuk gizi seimbang anak," ujar Dr dr Conny Tanjung SpA(K), kepada Warta Kota, Rabu (23/5/2018).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara umum menganjurkan anak balita dan anak usia sekolah mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 300-400 gram per orang per hari.

Sedangkan orang usia remaja hingga dewasa mengonsumsi buah dan sayur sebanyak 400-600 gram per orang per hari.

"Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut disarankan dalam porsi sayur," ujar dokter spesialis anak ini.

Sayur dan buah memang bukan makanan favorit anak-anak pada umumnya di Indonesia. Fenomena ini juga terjadi pada anak-anak di negara lain.

Baca: Bayi Dapat Belajar Menyukai Sayuran

Salah satu alasan anak tak suka sayur dan buah karena rasanya, pahit atau asam.

Rasa asam atau pahit itu karena sayur dan buah banyak mengandung serat dan vitamin C.

Rasa pahit merupakan rasa yang asing bagi anak-anak. Sedangkan manis dan asin lebih akrab bagi anak-anak karena rasa ASI ataupun asupan makanan pendamping ASI.

 "Mengenalkan buah dan sayur untuk si kecil perlu dilakukan, karena keduanya mengandung karbohidrat, vitamin, mineral dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh," kata Conny.

Dia mengatakan, berbagai penelitian meta-analisis telah menunjukkan manfaat positif sayur dan buah.

Manfaat buah dan sayur antara lain untuk mencegah dan menurunkan insiden obesitas dan penyakit degeneratif kronis seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, dan kanker.

Baca: Ini Tips Orangtua Hadapi Anak Sulit Makan Sayur dan Buah

Meskipun begitu, pemberian sayur dan buah untuk anak juga harus dibatasi. Alasannya, anak juga membutuhkan padat energi yang menunjang tumbuh kembangnya.

"Belum ada acuan kecukupan serat pada bayi di bawah usia 1 tahun, namun berbagai penelitian membuktikan bahwa paparan terhadap sayur dan buah secara berulang membuat penerimaan terhadap sayur dan buah menjadi lebih mudah pada masa selanjutnya," ucap Conny.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved