Seminggu Ramadan, Harga Bahan Pokok Jakarta Barat Masih Stabil
Sidak harga bahan pokok ini, bertujuan untuk mengetahui adanya lonjakan atau menurun harga bahan pokoknya di pasaran.
MEMASUKI hari ketujuh Bulan Suci Ramadan, instansi dari Suku Dinas (Sudin) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Kota Jakarta Barat, melaksanakan sidak soal harga sembako dan bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta Barat, Rabu (23/5/2018). Hingga kini, harga bahan pokok masih stabil.
Hal tersebut, terpantau di Pasar Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Sidak harga bahan pokok ini, bertujuan untuk mengetahui adanya lonjakan atau menurun harga bahan pokoknya di pasaran.
Dari hasil data survei, harga bahan pokok yang masih terlihat stabil yakni beras. Saat ini beras mencapai Rp 12 ribu per-liternya dan bertahan sejak hari di pertama bulan suci Ramadan. Tak hanya itu, gula pasir juga turut stabil mencapai Rp 12.500, dan minyak goreng Rp 12.500.
Sementara, curah Rp 12.000 per-kilogram, dan tepung terigu segitiga biru 12.000. Lalu tepung cakra kembar Rp12.000, tepung kunci seharga Rp 10.000. Beberapa bahan pokok ini pun saat ini masih stabil.
Selain itu, harga daging sapi murni seharga Rp 120 ribu per-kilogram, dan daging ayam broiler yang bermula sejak awal bulan suci ramadhan naik seharga per-kilonya mencapai Rp 42 ribu, kini turun mencapai Rp 40 ribu. Selain itu, bagi daging ayam kampung per-ekornya mencapai Rp 85 ribu per-ekor.
Untuk telur ayam broiler per-kilogram harganya sempat mencapai Rp 27 ribu, namun kini turun menjadi Rp 26 Ribu. Terkait harga cabai merah kriting per-kilogramnya itu sempat capai Rp 50 ribu, dan kini turun menjadi Rp 40 ribu.
Untuk cabe kriting biasa atau besar itu sempat mencapai Rp 70 ribu per-kilogram dan saat ini turun menjadi Rp 65 Ribu. Cabe rawit hijau pun sempat mencapai Rp 40 ribu, per-kilogram, kini turun mencapai Ro 35 ribu per-kilogram.
Lalu, cabe rawit merah semula perkilogramnya seharga Rp 45 ribu, dan kini telah turun jadi Rp 38 ribu. Bawang putih semula harga mencapai Rp 35 ribu kini turun mencapai Rp 30 ribu.
"Harga bahan pokok makanan tersebut kondisi masih dalam standar. Untuk di Pasar Grogol di Jakarta Barat sendiri dan juga beberapa pasar lain, harga bahan pokok alami penurunan saat masuk di hari ketiga bulan suci Ramadan, atau pada tanggal 21/5/2018. Artinya hingga kini di permintaan konsumen itu sendiri ya menurun. Mungkin, harga bahan pokok akan naik di hari-hari menjelang Hari Raya Idul Fitri," jelas salah seorang petugas survei bahan pokok di pasar-pasar tradisional Sudin KUMKMP Kota Jakarta Barat, Kus.
Bawang Merah Naik Rp 10.000
Sayangnya, kali ini untuk harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional pun masih belum stabil. Kenaikkannya itu bahkan bisa mencapai Rp 5000 hingga Rp 10.000.
Pantauan Warta Kota di Pasar Grogol, naiknya harga bawang merah per-kilogram menyentuh Rp 45 ribu, dari Rp 40 ribu. Sama halnya harga bawang di Pasar Palmerah, di Pasar Kosambi, di Pasar Puri Indah, hingga di Pasar Meruya Ilir dan Pasar Kopro telah mencapai Rp Rp 50 ribu per-kilogram.
Hal ini, diutarakan sejumlah pedagang bawang di beberapa pasar. Ajid (43) sebagai pedagang bawang di Pasar Palmerah mengatakan kali ini bawang merah tak alami penurunan harga tapi justru terus merangkak naik.
"Belum lama ini bawang harganya naik sedikit-sedikit dan sekarang sudah capai Rp 50 ribuan per-kilogram. Naik Rp 10 ribu dari Rp 40 ribuan pak. Memang jadi budaya ya bawang merah di momentum bulan puasa sampai jelang di hari raya Idul Fitri, pasti terus merangkak naik, dan tidak pernah atau susah turun harganya," jelas Ajid.
Tak hanya itu, ungkapan sama diutarakan oleh salah seorang pedagang bawang, Arif (44). Dia menerangkan, mengenai harga bawang merah per-kilogram di Pasar Kosambi, kini telah capai Rp 45 ribu dari Rp 35 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180508berita-foto-harga-sembako-mulai-merangkak-naik3_20180508_195551.jpg)