Kamis, 23 April 2026

Bermula dari Hobi, Gim Olahraga Digital Bisa Jadi Pekerjaan

Berkembang olahraga digital atau electronics sport (e-sport) yang tak lagi ada adu fisik atau kontak manusia secara nyata.

Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH----Olahraga identik dengan adu fisik, adu cepat, dan adu strategi antarmanusia.

Memang, ada olahraga yang menggunakan alat bantu. Tapi tetap, manusia yang mengendalikan. Misalnya, balap mobil Formula 1 (F1) dan motor MotoGP.

Belakangan, berkembang olahraga digital atau electronics sport (e-sport) yang tak lagi ada adu fisik atau kontak manusia secara nyata. Namun lewat karakter dalam bentuk permainan atau gim.

Baca: UPoint Hadir untuk Penggemar Game online

Konteks e-sport memang mulai ramai setelah banyak gim daring meledak di pasaran. Sebut saja, Counter Strike: Global Offensive (CS:GO), Defend of The Ancient (DoTA), hingga yang sekarang mewabah di tanah air, Mobile Legends Bang Bang (MLBB), Player Unknown Battleground (PUBG), dan Arena of Valor (AoV).

Gim-gim tersebut punya kesamaan dengan sebuah olahraga: terdiri dari tim yang saling berlawanan.

Baca: Sukses di Indonesia, UniPin Melebarkan Sayap Bisnis ke Asia Tenggara

Untuk itu, gim yang mulanya hanya sekadar mengisi waktu luang, kini menjelma menjadi satu kesatuan tim profesional.

Mereka juga membutuhkan latihan, mendapat bayaran untuk bertanding, dan bergabung di klub lengkap dengan manajer serta pelatih.

Wilbert Marco, Manajer Rex Requm Qeon (RRQ), tim e-sport asal Indonesia, mengatakan, perkembangan e-sport sangat pesat termasuk di negara kita. Itu sebabnya, butuh tim dan pengelolaan secara profesional.

Baca: Asik Main Game Online di Warnet Sambil Merokok, Para Pelajar Kocar-Kacir Saat Dirazia

Terlebih, bila bertanding dalam sebuah kompetisi bergengsi.

Layaknya sebuah klub olahraga saja, tim e-sport juga punya pelatih, biar kemampuan pemain semakin baik.

"Para pemain profesional, kan, bertanding di sebuah kompetisi, sehingga butuh pengelolaan secara serius," kata Wilbert beberapa waktu lalu.

RRQ yang berdiri 2013 saat ini memiliki 23 pemain yang bergabung dalam empat divisi gim: Point Blank, DoTA 2, MLBB, dan AoV.

Baca: World In AyoDance (WIA). Mainan Baru Bagi Penggemar Game Online

Sebagai manajer, Wilbert bertugas mengatur jadwal, mulai latihan hingga kompetisi, termasuk memandu pemain hingga mencari talenta-talenta terbaik untuk bergabung di RRQ.

Pengelolaan yang profesional oleh RRQ sejauh ini membuahkan hasil yang baik.

Tahun lalu, RRQ keluar sebagai pemenang dalam kejuaraan dunia Point Blank.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved