Senin, 20 April 2026

Anies Harus Percaya Kepala LKPP Soal Rehab Berat 119 Sekolah Berciri 'Abal-Abal'

PEKERJAAN Rehab berat 119 sekolah 2017 disebut berciri 'abal-abal' oleh Kepala LKPP, Agus Prabowo. Anies diminta percaya.

WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Tim Inspektorat tengah menghitung volume pemasangan keramin di SDN Duri Utara 05/06 Jakarta Barat. 

PEKERJAAN Rehab berat 119 sekolah 2017 dapat digolongkan memiliki ciri 'abal-abal'.

Hal itu terlihat dari ciri-ciri 'abal-abal' yang disebutkan Kepala LKPP, Agus Prabowo.

Simak perkataan Kepala LKPP, Agus Prabowo di tautan ini :

Baca: Pak Anies! Kepala LKPP Cirikan Hasil Rehab Berat 119 Sekolah Abal-Abal

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad, mengatakan apabila melihat pengertian 'abal-abal' menurut Kepala LKPP Agus Prabowo, maka pekerjaan kontraktor Rehab berat sekolah 2017 masuk kategori hasil pekerjaannya yang 'abal-abal'.

Rehab berat sekolah 2017 dikerjakan PT Murni Konstruksi Indonesia dengan nilai kontrak Rp 180 milliar.

Pengawasnya adalah perusahaan BUMN, PT Bina Karya.

"Kalau sudah begini, harusnya Pak Anies cepat-cepat mengambil langkah. Pak Anies harus percaya apa yang dikatakan Kepala LKPP. Dia itu ahli. Ini peringatan sekaligus informasi penting untuk Pak Anies, dan bisa jadi pedoman," kata Jihad.

Apalagi, kata Jihad, PT MKI (kontraktor Rehab berat sekolah) tengah mengikuti lelang proyek 2 paket Rehab total sekolah tahun 2018.

Bahkan 2 paket lelang Rehab total itu kini tinggal menunggu penetapan pemenang.

Jihad mengingatkan nilai masing-masing dari 2 paket rehab total sekolah tahun 2018 yang diincar PT MKI jauh lebih besar dari nilai kontrak proyek Rehab berat 119 sekolah tahun 2017 lalu.

Rehab berat 119 sekolah tahun 2017 nilai kontraknya hanya Rp 180 milliar.

Sedangkan lelang Rehab total gedung sekolah paket 3 Jakarta Selatan tahun 2018 yang diikuti PT MKI memiliki nilai pagu paket Rp 315 milliar, dan nilai HPS paket Rp 311 milliar.

Dan lelang Rehab total gedung sekolah paket 2 Jakarta Barat tahun 2018 yang juga diikuti PT MKI memiliki nilai pagu paket Rp 318,8 milliar, dan nilai HPS paket Rp 313,6 milliar.

"Kalau (PT MKI) sudah kelihatan ada rekam jejak seperti ini, apa masih patut menang rehab total sekolah 2018 yang nilainya jauh lebih tinggi dan pekerjaannya jauh lebih rumit. Ini juga harus jadi perhatian Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta. Jangan pasang kacamata kuda BPPBJ DKI. Kalau sampai menang lelang juga ada yang aneh berarti," ucap Jihad.

Menurut Jihad, temuan inspektorat dan apa yang tertulis di RAB (anggaran) dokumen kontrak menunjukkan pekerjaan Rehab berat sekolah 2017 punya ciri-ciri 'abal-abal' sesuai yang disebutkan Kepala LKPP.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved