Jumat, 17 April 2026

TPU Kemiri Rawamangun Dibanjiri Pengais Rezeki Musiman

Menjelang bulan Ramadan, TPU Kemiri mulai dibanjiri pengemis musiman yang mengais sumbangan dari pengunjung makam.

Warta Kota/Hamdi Putra
Perawat makam musiman di TPU Kemiri Rawamangun, Sabtu (12/5/2018). 

BEBERAPA hari menjelang bulan ramadan, Taman Pemakaman Umum (TPU) Kemiri Rawamangun Jakarta Timur mulai dibanjiri para peziarah.

TPU yang terletak di Jalan Rawamangun Muka tersebut mulai ramai oleh peziarah sejak Kamis (10/5/2018). Puncaknya diprediksi akan terjadi pada Minggu (13/5/2018).

"Di TPU Kemiri ini terdapat 37 blok pemakaman dengan masing-masing blok sekitar 1.000 makam. Jika ditotalkan ada 37.000 makam," ujar Surya, kuncen TPU Kemiri kepada Warta Kota, Sabtu sore (12/5/2018).

Menurutnya, sejak Kamis hingga Sabtu terus terjadi peningkatan jumlah peziarah. Mereka tidak hanya datang dari wilayah Jakarta Timur tapi dari seluruh penjuru ibukota bahkan dari luar kota seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kamis lalu itu kan tanggal merah ya, yang dari luar kota pada berangkat dah tu, puncaknya besok Minggu, buktikan aja ke ke sini, banjir peziarah," imbuhnya.

Saking ramainya peziarah, satu sisi Jalan Rawamangun Muka berubah menjadi tempat parkir kendaraan. Akibatanya, kemacetan pun tidak dapat terhindarkan.

Momen-momen seperti inilah yang ditunggu oleh pedagang musiman, pembaca do'a musiman hingga petugas perawat makam musiman.

Di sepanjang jalan di depan TPU Kemiri hingga di jalan pembatas sisi kanan dan kiri area pemakaman dipenuhi oleh lapak serta gerobak pedagang.

Mereka tidak hanya berjualan kembang namun juga berjualan aneka makanan, mainan anak-anak hingga aksesoris dan pakaian.

"Sejak Sabtu (5/5/2018) udah ramai banyak yang dagang. Contohnya aja pada hari biasa hanya ada satu pedagang kembang. Sekarang banyak banget. Alhamdulillah sejak hari Sabtu itu pendapatan saya meningkat terus karena peziarah makin hari makin ramai," tutur Asep, pedagang kembang musiman di TPU Kemiri.

Selain itu, ustad-ustad pembaca do'a musiman juga tidak kalah ramai. Jumlah mereka berbanding lurus dengan jumlah peziarah.

Rata-rata adalah wajah-wajah lama yang pada momen-momen tertentu seperti sebelum ramadan dan saat lebaran datang ke TPU Kemiri untuk mengais rezeki.

Ustad Abi Darda misalnya, ia datang jauh-jauh dari Tanara Serang Banten dengan menumpang bus pada Rabu malam (9/5/2018).

Ia mengaku sudah punya langganan sendiri di TPU Kemiri sehingga tidak perlu repot menawarkan jasa pada para peziarah.

"Biasanya setiap tahun saya ke sini bertiga tapi yang dua orang masih ada kesibukan lain. Jadinya saya berangkat sendiri. Sekali memimpin ziarah atau baca do'a di makam saya dapat Rp 50.000. Nanti lebaran ke sini lagi," ungkap Ustad Abi Darda.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved