Minggu, 12 April 2026

Saking Ingin Berbakti pada Sang Ibu, Kakak Beradik Harus Berurusan dengan Polisi

Saya nekat menganiya karena dia (korban, Leo) menggangu ketenteraman keluarga. Bahkan dia memeras ibu saya.

Tribun Jabar
Muhammad Alfin (24) dan Dede Setiawan (27), tersangka pembunuh Leo Adya Winata (39). 

WARTA KOTA, BOGOR - Warga Bandar Lampung digegerkan dengan peristiwa pembunuhan yang dilakukan kakak beradik, Muhammad Alfin (24) dan Dede Setiawan (27), Selasa (17/4/2018).

Keduanya nekat membunuh Leo Adya Winata (39) di rumah kontrakannya Jalan Soekarno Hatta, Panjang, di hadapan ibu kandung kedua kakak beradik ini.

Sebuah mobil minibus berwarna silver milik polisi nampak berhenti di depan kantor Polresta Bandar Lampung, kemarin siang.

Sejumlah polisi pun keluar dari dalam mobil bersama Alfin dan Dede.

Kedua kakak beradik ini terlihat telah mengenakan pakaian tahanan berwarna biru.

Wajah mereka tertutup zebo. Sementara kedua tangan Alfin dan Dede diborgol.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, kedua pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Khusus Anti Bandit (TEKAB) 308 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung bersama Unit Reskrim Panjang, Rabu (18/4/2018) pagi.

Penangkapan keduanya setelah anggota polisi melakukan pendekatan persuasif dengan pihak keluarga pelaku.

"Kita koordinasi dengaan keluarga, jika pelaku tidak kooperatif maka polisi bertindak tegas. Akhirnya keluarga memberitahukan tempat keberadaan pelaku yang saat itu bersembunyi di daerah Suban Lampung Selatan," ungkapnya.

Pelaku pun dijemput tim Opsal dan keluarga lalu dibawa ke Polsek Panjang pada Rabu pagi kemudian ke Polresta BandarLampung.

Di hadapan para wartawan dan polisi, kedua pelaku ini pun menceritakan dengan lugas peristiwa penusukan tersebut.

Muhammad Alfin menuturkan, nekat menusuk Leo hingga meninggal dunia karena korban telah mengganggu ketenteraman keluarga dan sering meminta sejumlah uang kepada ibunya.

"Saya nekat menganiya karena dia (korban, Leo) menggangu ketenteraman keluarga. Bahkan dia memeras ibu saya. Jadi ibu saya dimanfaatin aja. Saya siap bertanggungjawab," tutur warga Teluk Ambon Gang Garuda Pidada Panjang itu.

Ia mengaku, jika dirinya sendiri yang menusuk korban membabi buta.

"Awalnya saya nanya di dalam rumah, malah dia (korban) mukul saya. Ya saya kasih perlawanan dan saya tusuk dengan pisau dapur yang saya bawa," sebutnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved