Perang Suriah
Rusia Peringatkan Kemungkinan Perang Nukllr Buntut Serangan Amerika ke Suriah
MOSKOW memperingatkan terhadap setiap langkah AS yang dapat memicu konflik antara rival (negara) bersenjata nuklir.
MOSKOW memperingatkan terhadap setiap langkah AS yang dapat memicu konflik antara rival (negara) bersenjata nuklir.
Duta Besar Rusia untuk PBB pada Kamis malam memperingatkan prioritas di Suriah adalah untuk mencegah pemogokan yang dipimpin AS yang dapat menyebabkan konfrontasi antara dua kekuatan nuklir terkemuka di dunia.
"Prioritas segera adalah untuk menghindari bahaya perang," kata Duta Besar Vassily Nebenzia setelah pembicaraan di Dewan Keamanan secara tertutup.
Dia menolak untuk mengecualikan kemungkinan bentrokan AS-Rusia.
Baca: Malam Ini Gerbong LRT Dipindahkan ke Depo Kelapa Gading
Baca: BREAKING NEWS: Presiden Trump Perintahkan Serangan Kepada Suriah
Donald Trump, presiden AS, telah mengecam Rusia karena kemitraannya dengan "Gas Membunuh Hewan" Bashar al-Assad, Presiden Suriah.
Suriahh telah melakukan serangan senjata biologi kepada kelompok-kelompok penentangnya di dalam negeri.
Baca: November 2017, Prabowo Subianto Minta Jokowi Meminangnya Sebagai Calon Wakil Presiden
Baca: 32 Staf Kedubes AS di Kamboja Ramai-ramai Tonton Video Porno di Kantor Dipecat
Para pejabat AS telah menolak untuk mengesampingkan keterlibatan militer langsung dengan Rusia, dengan Gedung Putih mengatakan "semua opsi ada di atas meja."
Pada hari Kamis, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Trump akan terus menilai intelijen dan terlibat dengan sekutu.
"Belum ada keputusan akhir yang dibuat," katanya, seraya menambahkan bahwa Trump dijadwalkan akan berunding dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Theresa May.
Belakangan, pembacaan Gedung Putih atas panggilan mereka mengatakan Trump dan Nyonya May "melanjutkan diskusi mereka tentang perlunya tanggapan bersama terhadap penggunaan senjata kimia Suriah."
Seorang juru bicara Downing Street menambahkan: "Mereka setuju bahwa sangat penting bahwa penggunaan senjata kimia tidak bisa tertandingi, dan pada kebutuhan untuk mencegah penggunaan lebih lanjut senjata kimia oleh rezim Assad."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/duta-besar-rusia-di-pbb-vassily-nebenzia_20180414_090033.jpg)