Antara Hotman Paris Dan Kedai Kopi Johny
Sejak dipopulerkan oleh Hotman Paris sekitar enam bulan yang lalu, nama Kedai Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, semakin melejit.
"Kayak Pak Hotman di meja itu ada komunitas sendiri mereka. Kayak burung walet kalau udah hinggap disini, disini terus dia. Ada yang di sana, nggak pindah-pindah. Tadinya nggak kenal jadi kenal. Ada komunitas sepeda dan ada komunitas pejalan kaki," jelasnya.
Untuk mempertahankan pelanggannya, Johny Poluan sesekali turut bergabung dengan para tamunya, untuk sekadar berbincang ringan sambil menikmati secangkir kopi.
"Saya sebagai pemilik juga berikan sentuhan psikologi. Saya kalau tidak sibuk, saya duduk bareng ngopi-ngopi, ya dong? kita harus ciptakan suasana bersahabat," katanya.
Saat ini, Kedai Kopi Johny telah berhasil melebarkan sayapnya, terbukti dengan semakin bertambahnya jumlah gerai yang ada di wilayah Jakarta.
"Totalnya ada 8 gerai. 6 milik saya sedangkan sisanya 2 gerai franchise, tapi bukan franchise murni dan itu sebelum diviralkan Pak Hotman. Saya kasih teman, di Sunter dan Mangga Besar," katanya.
Namun sayang, kini sang pemilik tidak lagi membuka kesempatan untuk franchise Kedai Kopi Johny meskipun banyak permintaan dari masyarakat dan rekan bisnis Johny Poluan.
"Setelah Pak Hotman viral saya close. Saya malu sekali, beban moral besar sekali, siapa yang di depan yang promosi, Pak Hotman, kok saya ambil kesempatan saya main jual saya nggak mau, saya close, saya tutup. Banyak orang krung-krang krung-krang orang mau minta franchise saya nggak mau, duit berapa tapi Pak Hotman nanti kan gak enak namanya," tegasnya.
Johny Poluan menambahkan, saat ini Kopi Johny dan Hotman Paris ibarat dua sisi mata uang yang berbeda, tapi tidak dapat dipisahkan.
"Dia juga sudah klarifikasi Kopi Johny bukan punya dia dan saya juga sudah klarifikasi bahwa salam Kopi Johny bukan punya saya. Kopi Johny dan salam Kopi Johny ibarat dua sisi mata uang, tidak terpisahkan. Tidak mungkin dia salam Kopi Johny di Kopi Udin," jelasnya.
Kedai Kopi Johny buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Khusus Sabtu, Minggu dan tanggal merah, Kedai Kopi Johny hanya melayani pelanggan sampai pukul 13.00 WIB. Untuk gerai yang berada di Food City Kelapa Gading, terdapat pengecualian karena mengikuti persyaratan dan peraturan dari pengelola mall. Di Food City mereka buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB.
"Sabtu, Minggu sama tanggal merah saya stand by di sini (Kopi Johny Kelapa Kopyor Raya). Karena saya cuma sampai jam 1 siang. Saya tahu orang setelah itu ke mall gak mungkin ke second road. Setelah mereka (pelanggan tetap) pergi jam 9 jam 10 saya keliling pergi ke Food City, saya pergi ke Pecenongan, saya pergi ke Serpong, itu (saya lakukan) Senin sampai Jumat," imbuhnya.
Dalam waktu dekat, Johny Poluan akan menutup satu kedai kopi miliknya yang berada di Taman Jogging Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Nanti saya ada rencana buka jam 6 pagi sampai 11 malam karena ada satu cabang di taman jogging saya mau close karena trennya tidak ada peningkatan. Saya jual taste bukan produk. Orang kalau gak cocok gak bakal balik. Di situ saya lihat agak kurang," jelasnya kepada Warta Kota.
Awalnya, Kedai Kopi Johny menggunakan tiga jenis kopi untuk melihat dan menilai selera pasar. Ketiga jenis kopi tersebut yakni Kopi Lampung, Kopi Bali dan Kopi Toraja. Tidak butuh waktu lama, hanya sekitar 2-3 bulan saja, Johny Poluan akhirnya memutuskan untuk menggunakan Kopi Toraja.
"Kopi sekarang bukan lagi bicara Arabica atau Robusta tapi orang tanya kopi asal mana. Kopi Aceh, Kopi Lampung, Toraja, Sidikalang, dan Wamena sekarang lagi naik daun, ada Kopi NTT. Awalnya saya pakai 3 jenis kopi, Lampung, Bali dan Toraja, saya ikut pasar minta Toraja," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/johny-poluan_20180408_155304.jpg)