Anak Penganiaya Bapaknya Pernah Sakit Jiwa
Anak yang menganiaya bapaknya sendiri di Bekasi ternyata pernah dirawat di rumah sakit jiwa.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Kakak ipar pelaku, Rahman menambahkan Dede sempat dirawat di rumah sakit jiwa selama delapan bulan.
Setelah itu dia minta pulang ke rumah karena tidak betah tinggal di sana. Dokter memperbolehkan pulang dengan catatan, Dede harus mengonsumsi obat penenang guna meredam amarah pelaku yang kerap datang mendadak.
"Namun sejak tiga bulan yang lalu, dia berhenti mengonsmsi obat tersebut sampai akhirnya ngamuk melukai bapak. Dia tidak mau minum obat karena merasa sudah sehat," kata Rahman.
Sementara itu, Khairin warga sekitar mengaku tidak begitu mengenal sosok Dede. Selama ini Dede lebih senang mengurung diri di rumah dan tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga sekitar.
"Keluar rumah hanya beli rokok saja, setelah itu masuk ke dalam lagi. Kalau naik motor juga selalu mengebut," kata Khairin.
Dia mengaku, sempat mendengar kabar bahwa Dede mengalami gangguan kejiwaan. Namun dia tidak mengetahui penyebabnya.
"Orangnya pendiam dan nggak pernah ngobrol dengan tetangga," ungkapnya.
Tetangga lainnya, Danang mengaku terkejut dengan penganiayaan yang dilakukan Dede. Sebab selama ini dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda yang aneh.
"Orangnya memang sering di dalam rumah," katanya.
Meski sudah pensiun, namun Djohar memiliki usaha fotokopi di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Terkadang, kata dia, Djohar ke tokonya untuk mengecek usahanya tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rumah-penganiayaan_20180408_142455.jpg)