Kamis, 16 April 2026

Antisipasi Bosan, Bantuan PMTAS Akan Dibuat Bervariasi

Varian rasanya akan dibuat berbeda supaya enggak bosan, kalau kacang hijau nanti akan dievaluasi.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sebanyak 13 SD negeri di wilayah Jakarta Utara I mengikuti program penyediaan makanan tambahan anak sekolah (PMTAS) yang digelar Dinas Pendidikan DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN---Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) berupa susu dan kacang hijau kepada seluruh siswa dari 13 SD negeri di tiga kelurahan di wilayah Jakarta Utara I.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto, mengatakan, program itu akan digelar setiap hari belajar mulai 2 April hingga 20 Desember mendatang.

Sementara untuk mengantisipasi rasa bosan, pihaknya akan menyiapkan beberapa varian.

Baca: Anggaran Rp 136 Miliar, Pengadaan Susu dan Kacang Hijau untuk Program PMTAS

"Untuk sementara varian rasanya akan dibuat berbeda supaya enggak bosan, kalau kacang hijau nanti akan dievaluasi," kata Sopan saat berada di SD Negeri Pluit 03/05, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/4/2018).

Sopan mengatakan, asupan makanan berupa susu dan kacang hijau dinilai sangat tepat untuk memenuhi gizi para siswa.

Namun demikian pihaknya akan terus melakukan evaluasi kedepannya agar program tersebut berjalan optimal.

"Niat Pak Gubernur luar biasa, agar peserta didik bertambah gizinya dan serap pelajaran dengan baik dan generasi akan datang menjadi lebih baik. Produk susu kemasan yang diberikan sudah lolos produksi sehingga dipastikan aman," katanya.

Baca: Masih Banyak Anak Indonesia Tidak Sarapan, Ada Risiko Dibalik Tidak Sarapan

Kepala Sekolah SDN Pluit 03, Rudiyanto, mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya program PMTAS.

Tidak hanya itu, seluruh orangtua murid juga setuju dengan program tersebut sehingga anak mereka bisa mendapatkan sarapan bergizi.

"Kami menanggapi positif dan senang sekali. Mudah-mudahan berdampak bagus ke kesehatan anak. Mayoritas di sini juga anak nelayan dan dengan bantuan ini ada perubahan pola pikir mereka. Mudah-mudahan berkelanjutan terus," kata Rudiyanto.

Salah seorang siswa SDN Pluit 03, M Faatih Rahmatullah (12), mengaku, senang kini dirinya bisa mendapatkan sarapan gratis dan bergizi. Pasalnya jika terburu-buru, Faatih tidak sempat sarapan.

"Enak om, dapat sarapan gratis. Saya kalau sarapan kadang-kadang, kadang sarapan kadang enggak. Enak om dapat susu sama kacang hijau," kata siswa kelas 6 tersebut.

Baca: Sarapan Sehat Menuju Generasi Sehat Berprestasi

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved