Perbedaan Mencolok Makarel dan Sarden Meski Sering Disebut Sarden
Kendati sudah tidak asing, masih saja ada yang keliru membedakan dua ikan tersebut. Bahkan, ada yang mengira keduanya adalah ikan yang sama.
Pengolahan ikan makarel sebagai makanan lumrah dijumpai di Jepang, Eropa, dan negara berkembang.
Ciri lain dari ikan ini adalah berminyak dan berwarna gelap, punya sisik yang sangat kecil hingga hampir tidak tampak.
Di punggung atas, tertanam dua sirip yang tidak saling bertaut.
Sementara di antara dua sirip tersebut hingga ekor terdapat 4 hingga enam sirip lainnya.
Sedangkan ikan sarden tergolong keluarga Clupeidae, kerabat ikan haring.
Sarden hidup di laut Mediterania, bahkan julukan ikan ini diambil dari nama dari pulau terbesar kedua di wilayah itu, Sardinia.
Pembudidayaan ikan sarden berkembang di negara Inggris, Norwegia, Denmark, Swedia, Finlandia, Prancis, Portugal, Spanyol, Afrika Selatan, dan Islandia.
Ikan sarden lebih berwarna dibandingkan ikan makarel.
Perutnya dibalut warna keperakan, sedangkan punggung ikan ini dilapisi warna hijau atau biru, terkadang dengan hiasan noda hitam.
Ikan sarden diklasifikasikan sebagai ikan bertulang sejati.
Tidak punya sisik di kepala, serta punya satu sirip pendek di dekat bagian punggung tengah.
Makanannya adalah plankton, sehingga minim kontaminasi merkuri.
Persamaannya Ikan sarden dan ikan makarel mendiami perairan terbuka yang terhampar antara pantai dan tepian landas kontinen.
Pada kedalaman 20-400 meter, jenis ikan pelagis seperti keduanya hidup. Ikan pelagis seperti sarden dan makarel identik dengan aktivitas migrasi.
Makarel akan menempuh perjalanan dari barat Irlandia menuju wilayah Viking Bank di Laut Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sarden_20180330_173401.jpg)