Portugal Harus Belajar dari Belanda
Dari Belanda juga Cristiano Ronaldo dkk harus belajar agar mereka sudah benar-benar siap saat tampil pada Piala Dunia edisi ke-21 di Rusia.
Pada Piala Dunia di Brasil empat tahun silam itu, Ronaldo dkk angkat koper lebih cepat karena mereka kalah bersaing dengan Jerman dan Amerika Serikat di fase grup.
Sementara pada laga pertama mereka di Piala Dunia 2018, 16 Juni mendatang, Portugal bakal berhadapan dengan Spanyol.
Selain bertemu juara dunia 2010 itu, Portugal juga akan meladeni tantangan Iran dan Maroko di penyisihan Grup B.
Pelatih Fernando Santos mengakui kekalahan Portugal adalah tanggung jawabnya.
"Saya yang memilih pemain, mengobservasi lawan, dan merancang strategi," kata Santos sebagaimana dilansir Soccerway.
"Belanda memanfaatkan lebar lapangan dengan baik, sedangkan kami kesulitan di babak pertama," ungkapnya.
Lalu, Santos memberikan masukan dan instruksi saat jeda. "Di babak kedua kami adalah tim yang berbeda dalam segala hal. Kami tidak memberikan ruang kepada lawan," ucapnya.
"Saat bermain dengan 10 pemain pun kami terus berusaha mencetak gol, kami memiliki tiga hingga empat peluang. Sesungguhnya kami pantas mendapatkan satu atau dua gol," sebut Santos.
Megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, memasuki duel di Jenewa tersebut setelah dia selalu mencetak gol dalam sembilan pertandingan sebelumnya, di level klub maupun tim nasional.
Pemain berjulukan CR7 tersebut juga hanya butuh tambahan tiga gol lagi untuk menyamai prestasi legenda Hongaria, Ferenc Puskas, sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa di level internasional.
Puskas merupakan pencetak gol terbanyak Hongaria dengan 84 gol.
Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Rabu (28/3/2018)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/cover-harian-super-ball_20180328_091410.jpg)