Kamis, 30 April 2026

Portugal Harus Belajar dari Belanda

Dari Belanda juga Cristiano Ronaldo dkk harus belajar agar mereka sudah benar-benar siap saat tampil pada Piala Dunia edisi ke-21 di Rusia.

Tayang:
Harian Super Ball
Harian Super Ball edisi Rabu (28/3/2018) halaman 1 

WARTA KOTA.COM - Tiga kali berurutan menghadapi situasi serupa, tetapi di kesempatan ketiga Portugal tak mampu bangkit.

Cristiano Ronaldo dkk harus belajar dari pengalaman tersebut agar tidak terpental lebih awal di Piala Dunia 2018.

Juara Eropa Portugal menghadapi Belanda dalam uji coba di Jenewa, Swiss, Selasa (27/3/2018).

Pelatih Portugal Fernando Santos mengganti sembilan pemain inti dari tim yang mengalahkan Mesir 2-1 pada Sabtu (24/3/2018).

Alih-alih memperpanjang rekor kemenangan, Portugal justru menyerah kepada Belanda 0-3.

Gol-gol Belanda seluruhnya lahir pada babak pertama melalui Memphis Depay, Ryan Babel, dan Virgin van Dijk.

Selecao das Quinas-julukan Portugal-malah mengakhiri permainan dengan 10 orang,

Setelah bek Joao Cancelo diganjar kartu merah pada menit ke-61.

Ini kali ketiga berurutan Portugal gagal mencetak gol lebih dulu.

Baca: Peluang Terakhir Jesse Lingard Masuk Timnas Inggris

Dalam dua uji coba sebelumnya, skuad Fernando Santos juga tertinggal lebih dulu dari Amerika Serikat dan Mesir, tetapi kemudian bangkit, dan bahkan menang atas Mesir melalui dua gol Cristiano Ronaldo di injury time babak kedua.

Namun, Belanda adalah Belanda. Meski tidak lolos ke Piala Dunia 2018, skuad The Flying Dutchmen tetap lah memiliki nama besar dan diperhitungkan dipersepakbolaan Eropa, bahkan dunia.

Dari Belanda juga Cristiano Ronaldo dkk harus belajar agar mereka sudah benar-benar siap saat tampil pada Piala Dunia edisi ke-21 di Rusia, 14 Juni hingga 15 Juli 2018.

Portugal harus lebih solid dalam membanghun sistem pertahanan, sehingga tidak kebobolan lebih dulu, terutama jika berhadapan dengan tim dari negara raksasa sepak bola dunia.

Jika kelemahan tersebut tidak segera teratasi, saat berada di Rusia nanti Portugal bisa jadi menelan pil pahit seperti mereka alami di Piala Dunia 2014.

Pada Piala Dunia di Brasil empat tahun silam itu, Ronaldo dkk angkat koper lebih cepat karena mereka kalah bersaing dengan Jerman dan Amerika Serikat di fase grup.

Sementara pada laga pertama mereka di Piala Dunia 2018, 16 Juni mendatang, Portugal bakal berhadapan dengan Spanyol.

Selain bertemu juara dunia 2010 itu, Portugal juga akan meladeni tantangan Iran dan Maroko di penyisihan Grup B.

Pelatih Fernando Santos mengakui kekalahan Portugal adalah tanggung jawabnya.

"Saya yang memilih pemain, mengobservasi lawan, dan merancang strategi," kata Santos sebagaimana dilansir Soccerway.

"Belanda memanfaatkan lebar lapangan dengan baik, sedangkan kami kesulitan di babak pertama," ungkapnya.

Lalu, Santos memberikan masukan dan instruksi saat jeda. "Di babak kedua kami adalah tim yang berbeda dalam segala hal. Kami tidak memberikan ruang kepada lawan," ucapnya.

"Saat bermain dengan 10 pemain pun kami terus berusaha mencetak gol, kami memiliki tiga hingga empat peluang. Sesungguhnya kami pantas mendapatkan satu atau dua gol," sebut Santos.

Megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, memasuki duel di Jenewa tersebut setelah dia selalu mencetak gol dalam sembilan pertandingan sebelumnya, di level klub maupun tim nasional.

Pemain berjulukan CR7 tersebut juga hanya butuh tambahan tiga gol lagi untuk menyamai prestasi legenda Hongaria, Ferenc Puskas, sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa di level internasional.

Puskas merupakan pencetak gol terbanyak Hongaria dengan 84 gol.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Rabu (28/3/2018)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved