Rabu, 15 April 2026

Sekuriti Hotel Alexis Menahan dan Mengintimidasi Wartawan

Sekuriti Hotel Alexis menahan dan mengintimidasi wartawan di sebuah pos, Kamis (22/3/2018).

Warta Kota/Alex Suban
Inilah Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata No 1, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (24/2/2016). Nama hotel ini ramai diperbincangkan setelah kawasan Kalijodo ditertibkan. 

WARTA KOTA, PADEMANGAN -- Seorang wartawan ditahan sekuriti hotel Alexis ketika meliput disana, Kamis (22/3/2018). 

Bukan cuma ditahan, wartawan itu juga sempat dibawa ke sebuah ruangan dimana banyak terdapat pria yang menurutnya bikin takut. 

Adi Wijaya (27), mengakui hal itu ketika dirinya datang untuk mengonfirmasi sebuah informasi terkait hotel Alexis. 

Awalnya, kata Adi, dirinya mendapat informasi akan ada penutupan paksa Hotel Alexis oleh kepolisian, TNI dan Satpol PP DKI, dan instansi lainnya.

surat yang tunjukkan akan ada penutupan hotel alexis
surat yang tunjukkan akan ada penutupan hotel alexis (WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN)

Baca: Jalan Jatinegara Kaum Mencekam, Pengemudi Sampai Gemetaran

Baca: Air Tanah Jakarta Bercampur Bakteri, PT Aetra Siapkan Jaringan Pipa

"Kabarnya akan ada penutupan paksa. Kemudian saya dan kedua teman wartawan lainnya datang ke lokasi yang memang niatnya mau kroscek," ucap Adi.

Sehabis parkir Adi lalu menghampiri seorang sekuriti untuk mengonfirmasi. 

Tapi justru Adi mengaku langsung dihujani pertanyaan cukup banyak oleh sekuriti tersebut. 

Adi semakin bingung setelah pihak sekuriti mengabadikan wajahnya lewat ponsel milik sekuriti itu. 

"Terus awalnya gue ditanya gue itu dari mana?Ya gue jawab dong dari media. Nah, satpam di hotel itu minta id card ya gue kasih. Lalu sama sekuriti itu wajah saya difoto. Kemudian, pihak sekuriti keamanannya bilang enggak tahu bila ada informasi kayak gitu. Lalu gue ditemuin ke Humasnya. Bilangnya sih humas. Eh tapi saya digiringnya ke pos yang di pintu masuk arah di samping rel kereta. Kita bertiga diantar sekuriti itu ke pos para sekuriti berseragam yang kerap pegang HT (HandyTalky)," paparnya.

Setelah masuk ke pos tersebut, Adi mengakui jadi takut  lantaran tidak hanya sekuriti saja disana.

Tapi di dalam pos itu ada puluhan pria dengan ciri bekulit hitam, bertubuh kekar, dan rambut dikuncir.

"Pas mau masuk ke Pos saya minta ke teman-teman saya untuk hubungi teman wartawan di Jakarta Utara lainnya. Saya minta kedua orang teman saya itu juga agar menjauh. Saya bilang dan minta hubungin teman wartawan lain yang di Jakarta Utara. Nah, di dalam pos sekuriti itu ada sekitar 10-an orang berpenampilan seperti preman. Badannya kekar, kulit hitam, dan saya lihat pemimpinnya rambutnya dikuncir sedang duduk di kursi yang ada sebuah meja," terang Adi.

Kembali, lanjut Adi, dirinya dihujani pertanyaan oleh pemimpin sekuriti itu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved