Ketika Monyet Mulai Buat Teknologi Seperti Manusia Purba
Segerombolan monyet di Thailand dan Brasil terdeteksi mulai membuat teknologi sederhana seperti manusia purba.
Dalam pengamatannya, monyet-monyet tersebut menciptakan serpihan kasar yang mirip dengan alat pertama yang digunakan manusia purba.
Sedangkan penelitian lain oleh arkeolog terkait monyet capuchin membuat manusia tak perlu terlalu khawatir.
Monyet capuchin ternyata sudah berabad-abad tak berkembang dalam teknologinya.
Hal itu terlihat dari temuan sebuah situs arkeologi di wilayah savana, Brazil dimana ditemukan palu batu milik monyet capuchin yang diprediksi berasal dari berabad-abad lalu.
Perkakas batu tersebut menunjukkan bahwa selama 700 tahun, monyet capuchin berjanggut (Sapajus libidinosus) di Taman Nasional Serra da Capivara, Brazil menggunakannya untuk menghancurkan kacang mete.
Temuan ini juga menegaskan lamanya perilaku ini diteruskan oleh monyet capuchin.
Monyet capuchin di daerah ini telah menggunakan teknik tersebut selama ratusan generasi.
Ini tentu menambah nuansa penting dalam sejarah penggunaan alat batu oleh primata non-manusia.
"Arkeologi telah membantu mengubah cara pandang kita pada manusia, dengan menunjukkan berbagai hal di masa lalu kita, dan mudah-mudahan sama berlakunya dengan primata non-manusia," ungkap rekan penulis studi, Michael Haslam. Haslam merupakan ketua kelompok penelitian Arkeologi Primata di Universitas Oxford.(Resa Eka Ayu Sartika)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selain Manusia, Inovasi Primata Muda Juga Dibuktikan oleh Monyet Ini".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/monyet-ekor-panjang_20180321_134053.jpg)