Selasa, 21 April 2026

Asyik Main Sepak Bola, Kepsek SMK Al-Muhtadin Depok Meninggal

Saat tengah bermain sepak bola, Kepala SMK Al Muhtadin Depok, Eko Jaya jatuh pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
istimewa
Keluarga memakamkan Eko Jaya, Kepala Sekolah SMK Al Muhtadin Depok yang meninggal terkena serangan jantung saat bermain sepak bola. 

WARTA KOTA, DEPOK-Saat tengah bermain di turnamen sepak bola antar RW U-40 se Kelurahan Cipayung di Lapangan Sepak Bola Jembatan Serong Cipayung, Depok, Kepala SMK Al Muhtadin Depok, Eko Jaya, tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri, Sabtu (17/3/2018) sore sekira pukul 17.00.

Ia terjatuh di tengah lapangan saat si kulit bundar dalam penguasannya.

Seketika para pemain dan penonton langsung berupaya melihat kondisi korban dan menolongnya.

Dalam keadaan tak juga sadarkan diri, korban dibawa Ke Klinik Citama di Citayam, Depok.

Dari sana ia langsung dirujuk ke RS Citama, Pabuaran, namun akhirnya tetap tak tertolong.

Guru yang juga Sekertaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kota Depok ini dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kapolsek Pancoranmas, Kompol Roni Wowor menuturkan dari keterangan saksi mata dan keluarga, diduga kuat korban terkena serangan jantung saat sedang bermain bola di Lapangan Jembatan Serong, Cipayung, Depok, Sabtu sore.

"Sehingga korban meninggal dunia saat sedang bermain sepak bola. Diduga ia terkena serangan jantung dan tak sadarkan diri di lapangan," kata Roni kepada Warta Kota, Minggu (18/3/2018).

Menurutnya berdasar informasi dari kerabat dan keluarga korban, diketahui ayah dua anak itu memang memiliki riwayat sakit jantung selama ini. Sehingga dari sana, korban terkena serangan jantung mendadak saat bermain sepak bola.

Pertolongan pertama d lapangan, hingga melarikan korban ke RS, tak juga menyelamatkan nyawanya.

Eko, meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Jenasahnya sempat disemayamkan di rumahnya di Kampung Bulak, Cipayung, sebelum dimakamkan di TPU tak jauh dari rumahnya, Sabtu sore.

Roni memastikan tidak ada proses hukum dan dugaan tindak pidana ke pihak manapun atas kejadian ini.

Sebab kata dia keluarga menilai hal ini adalah musibah dan telah iklhlas atas meninggalnya korban.

Sehingga katanya tidak ada otopsi atas jenasah korban dan jenasah langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Cipayung Depok, tak jauh dari rumah korban.

Ketua MKKS SMK Kota Depok Rochmatulah Cholil, membenarkan bahwa korban meninggal dunia saat sedang bermain sepak bola, Sabtu sore.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved