Ini Dia Air Terjun Genting di Desa Bawang yang Penuh Pesona
Panorama asri dengan lanscape pepohonan pinus menyertai perjalanan menuju ke Curug (Air Terjun) Genting di Desa Bawang, Kecamatan Blado
Penulis: Feryanto Hadi |
Awan gelap memayungi kawasan itu, sehingga pelangi yang dinantikan urung datang.
Air terjun ini belakangan kembali ramai dikunjungi setelah sebelumnya sempat ditutup cukup lama.
Penyebabnya, saat itu dinding batu menuju area curug longsor. Namun kini lokasi itu kembali dibuka dan dikelola oleh masyarakat sekitar.
Belum banyak mendapat sentuhan, membuat kondisi Curug Genting tampak natural.
Hal itu terbukti dengan masih adanya hewan semisal monyet liar yang bergelantungan dan berpindah-pindah dari satu pohon ke pohon yang lain.
Bahkan, jika beruntung, wisatawan dapat juga melihat elang Jawa yang bertengger di dahan pohon yang ada di sepanjang jalan.
"Tapi belakangan Elang Jawa jarang muncul di sini karena banyak diburu orang yang tidak bertanggungjawab," kata Pria.
Air Goa
Nama Curug Genting diambil dari dua fenomena alam yang terdapat di lokasi ini, yaitu Curug (Air Terjun) dan Genting (Gua).
Di lokasi ini, selain terdapat air terjun, juga terdapat goa alam dengan kedalaman lebih kurang 20 meter.
Di dalam goa tersebut mengalir air yang dingin melalui sela-sela bebatuan.
Di satu lokasi juga terdapat spot selfie yang telah dikonsep sedemikian rupa.
Pengunjung bisa berfoto di taman atau rumah pohon dengan backgound air terjun.
Di balik moleknya kawasan itu sebagai lokasi wisata, sejumlah orang mengkeramatkan sebagian area hutan di sekitar air terjun.
Konon, di beberapa titik di lokasi itu, disebut angker dan ada pantangan-pantangan tertentu bagi orang yang datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180305merasakan-embusan-angin-segar-di-curug-genting1_20180305_144229.jpg)