Minggu, 12 April 2026

Ini Dia Tas Kulit Indonesia Bersaing dengan Hermes di Timur Tengah

Tas kulit asli, Doris Dorothea, ini mampu menjadi primadona bagi kaum elit Timur Tengah dalam melakoni gaya hidupnya.

Penulis: Vini Rizki Amelia |
dorisdorothea.com
Produk Doris Dorothea 

WARTA KOTA, PALMERAH---Mendengar nama Hermes, Dior, Coach, dan merek ternama lainnya bukan hal asing bagi pecinta fesyen. Apalagi barang-barang tersebut kerap digunakan selebriti hingga para tokoh lainnya sehingga tak heran bila seluruh pelosok masyarakat mengetahui nama hingga harga selangit yang dibandrol merek-merek dunia tersebut.

Lalu bagaimana dengan Doris Dorothea? Merek tas kulit dari Indonesia ini memang tak begitu nyaring terdengar di telinga fashionista Tanah Air. Namun siapa sangka, tas kulit asli ini mampu menjadi primadona bagi kaum elit Timur Tengah dalam melakoni gaya hidupnya.

Fara Shahab dan Riza Assegaf adalah dua nama dibalik tenarnya tas branded tersebut yang diklaim merajai dunia fesyen Timur Tengah. Berawal dari keinginannya menyundul nama Indonesia sebagai negara dengan penghasil bumi dan material terbaik, khususnya dibidang kulit, Fara dan Riza hadir melalui merek Doris Dorothea dalam meraih cita-citanya tersebut.

“Awalnya keluarga suami saya punya perusahaan namanya Cardina sejak 1985 yang hanya menyuplai kulit seperti kulit (ular) piton, buaya, dan lizard ke berbagai negara untuk dijadikan bahan tas dari merek ternama,” kata Fara saat ditemui Warta Kota di kantornya di kawasan Ciledug, Kebayoran Lama, beberapa waktu lalu.

Baca: Tusuk Konde hingga Tas Kulit Diburu Adinia Wirasti

Tidak mudah bagi Fara untuk menjajakan barang bermerek di Timur Tengah. Ibu dua anak ini dengan susah payah bersaing dengan merek asal Thailand yang sudah dipercaya dan diakui kualitasnya oleh konsumen Timur Tengah.

Melalui blogger dan influencer, Doris Dorothea memberikan uji coba cuma-cuma demi mendapatkan daya tarik dari calon konsumennya. Pameran demi pameran diikuti sampai kemudian waktu berlalu dan kini Doris Dorothea berhasil menarik hati para pelanggannya.

“Bisa dibilang sekarang ini Doris Dorothea masuk dalam the most wanted bag of exotic skin di Middle East, sekarang kalau ke Middle East pasti banyak terlihat orang-orang pakai tasnya Doris Dorothea,” kata Fara yang memulai usahanya tersebut sejak tahun 2013.

Pemilihan Timur Tengah bukan tanpa alasan, melihat pasar yang ditelisik lebih banyak menyukai barang-barang bermerek serta gaya hidup orang-orangnya yang mewah, Fara melihat adanya kesempatan terbuka lebar dalam mengepakkan sayapnya.

“Sekarang Doris Dorothea sudah ada di tujuh negara di Middle East dan sudah ada reseller-nya juga, kami juga ada distributor yang butiknya bertetanggaan langsung dengan Coach dan tas-tas branded lainnya,” kata Fara.

Hingga saat ini, Doris Dorothea masih fokus menghajar pasar internasional yang saat ini tengah menyasar Amerika dan Eropa. Untuk di Tanah Air, Fara mengaku belum memasarkannya meski sudah ada beberapa yang membeli secara daring.

“Kami ingin kokoh dulu di internasional, orang Indonesia untuk mengeluarkan uang banyak buat beli barang pasti akan memilih barang yang sudah terkenal dibanding yang baru apalagi merek lokal,” papar Fara.

Untuk harga, Fara mengatakan, berbeda-beda tergantung dari jenis kulit yang digunakan, seperti kulit ular piton memiliki harga yang berbeda dengan kulit buaya. Kulit buaya memiliki harga lebih tinggi dibanding dengan kulit lainnya.

“Untuk tas dari kulit piton harganya berkisar dari 650 dolar AS- 1.500 dolar AS (sekitar Rp 7 juta – Rp 18 juta). Sedangkan kulit buaya karena kulitnya susah didapat dan regulasinya juga enggak mudah, harganya lebih mahal, mulai dari 1.400 dolar AS– 2.500 dolar AS (sekitar Rp 17 juta – Rp 28 juta),” kata Fara.

Sama seperti tas merek ternama, Fara mengatakan, tas itu juga dilengkapi dengan sertifikat dan garansi. Untuk kulit yang rusak, selama tidak disebabkan oleh kelalaian pengguna, Doris Dorothea siap memperbaikinya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved