Rabu, 29 April 2026

Nelayan Pulau Seribu Butuh Garam Murah

Bukan karena perairan ataupun cuaca yang tidak bersahabat, langkanya garam justru menjadi persoalan utama para nelayan saat ini.

Baca: Berperan Jadi Dancer di Film Perdana, Badan Valerie Tifanka Pegal-pegal

"Kalau ilegal itu kan tidak berizin. Kami mengantongi izin resmi, termasuk perumahan kami juga resmi," ungkap Arya Sugiata Molyono, Manager PT Mitra Tunggal Swakarsa dalam siaran tertulis pada Kamis (1/2/2018) lalu.

Terkait aksi unjuk rasa, dirinya menilai terdapat pihak tertentu di balik aksi tersebut. Sebab, garam yang diimpor merupakan garam industri untuk kebutuhan pengasinan ikan laut, bukan garam konsumsi layaknya milik petani garam lokal.

Selain itu, garam industri yang ditawarkan pihaknya justru membantu pengusaha ikan asin sejak lama, karena kualitas garam yang baik dengan harga terjangkau, berbanding terbalik dengan garam yang ditawarkan tengkulak hingga kerap menyulitkan pengusaha ikan asin saat ini.

"Kalau perusahaan ikan yang bekerja sama dengan kita banyak, mencakup seluruh Indonesia. Petani (pengusaha ikan asin) juga sudah puas dengan harga garam yang tahun kemarin justru tinggi karena kurangnya pasokan," paparnya. (*)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved