Setyowati Harbani Dari Panggung Teater Beralih ke Dunia Seni Lukis
Ia pernah menjadi pemeran utama dalam film lepas yang disiarkan TVRI Jakarta. Ketika itu ia mendapat peran dalam film layar lebar karya Arifin C Noor.
Penulis: AchmadSubechi | Editor: AchmadSubechi
Diakuinya, seriring dengan berjalannya waktu, ia optimistis ada peningkatan skill dan bertumbuhnya imajinasi. "Ada kepekaan sosial yang membawa seniman pada kematangan dan kemantapan batin."
Siapa sosok maestro yang ia kagumi? "Salvador Dali adalah pria romantis. Baginya wanitanya adalah inspirasi tak terbatas bagi karya-karyanya," ucap wanita kelahiran Solo, 20 Agustus 1968.
"Selain itu saya juga menyukai Affandi. Beliau adalah maestro yang telah memerdekakan goresan Dan warna sesuai kehendaknya. Belum ada yang saya lihat sebebas Affandi," paparnya.
Sedangkan tema lukisannya, lebih mengarah kepada keindahan alam semesta dan sisi lain dari kehidupan manusia.
"Kepekaan akan terasah, figur perempuan Jawa adalah awal karyaku bicara tentang perempuan yang seharusnya menempati kedudukan tertinggi. Mengapa? Tanpa ada wanita dunia ini akan melompong, tidak ada regenerasi. Untuk itu wanita harus dihargai, diangkat harkat dan martabatnya setinggi-tingginya," ungkapnya.
Harbani, juga sangat kritis dengan masalah politik dan urusan sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/harbani_20180112_192028.jpg)