Selasa, 5 Mei 2026

Narkoba

Jennifer Dunn Stres dan Psikisnya Terganggu Ditahan di Sel Khusus

Jedun sudah siap untuk menjalani proses hukum meski sempat mengalami setres dan psikologinya terganggu.

Tayang:
Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Suprapto
Warta Kota/Henry Lopulalan
Artis Jennifer Dunn dihadirkan saat dilakukan rilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018). Kelihatan ia menghapus keringat yang memenuhi dahinya sambil memejamkan kedua matanya. 

Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO‬‬

WARTA KOTA, SARINAH - Hampir satu pekan artis peran dan model Jennifer Dunn (28) mendekam di penjara khusus, akibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja, yang menerpanya saat ini.

Selama sepekan itu lah wanita yang akrab disapa Jedun itu menjalani proses hukum dari penyidik Ditreserse Narkoba Polda Metro Jaya, usai diriny ditangkap.

Kuasa hukum Jedun, Pieter El mengatakan bahwaa kondisi Jedun sudah siap untuk menjalani proses hukum meski sempat mengalami stres dan psikologinya terganggu.

Baca: Hampir Sepekan Dibui, Jennifer Dunn Belum Dijenguk Keluarga

Baca: Setelah Megawati, Sore Ini Giliran SBY Umumkan 17 Cagub-Cawagub Partai Demokrat di Pilkada 2018

"Iya pastilah setres dan gangguan psikologis. Makanya dua hari terakhir ini kan saya harus selalu bertemu dan banyak ngomong dengan Jedun," kata Pieter El ketika ditemui di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1/2018).

Pieter menambahkan, meski stres, Jedun pun siap menjalani semua proses penyidikan, penyelidikaan, hingga penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya saat ini.

"Kondisi Jedun itu sudah siap untuk menghadapi proses hukum termasuk tadi ditahan. Beberapa hari sebelumnya kan saya sudah ketemu dan menjelaskan, beberapa hal pendekatan-pendekatan dan ya memang awalnya agak berat," ucapnya.

"Sampai detik detik terakhir untuk harus ditahan atau dieksekusi itu saya masih meyakinkan untuk secara mental siap menghadapi itu dan kelihatan tadi Jedun siap untuk menjalani proses itu. Takutnya tiba tiba pingsan, gimana. Kita kan enggak tahu," tambahnya.

Baca: Tersinggung Ucapan Korban Saat Meminjam Uang, Tukang Pijit Bunuh Arsitek

Lanjut Pieter, Jedun rupanya berharap dirinya bisa di rehabilitasi karena ia mengakui mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu itu untuk diri sendiri dan bukan untuk diperjual beli kan.

"Ya kami mau yang terbaik artinya kan sementara ini proses hukumnya itu kan 20 hari ke depan itu statusnya sebagai tahanan," katanya.

Dalam waktu 20 hari ini dia akan berkoordinasi, bertemu dengan keluarganya, mana yang terbaik, yang diinginkan keluarga maupun Jedun.

"Yah dia (Jedun) mau dan berharap di rehabilitasi," ujar Pieter El.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved