Home »

News

» Jakarta

Tersinggung Ucapan Korban Saat Meminjam Uang, Tukang Pijit Bunuh Arsitek

AM membunuh seorang arsitek, Feri Firman Hadi (50), di Perumahan Poin Mas Blok A2, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Tersinggung Ucapan Korban Saat Meminjam Uang, Tukang Pijit Bunuh Arsitek
WARTA KOTA/MOHAMAD YUSUF
AM, tersangka pembunuh seorang arsitek bernama Feri Firman Hadi (50), di Mapolda Metro Jaya, Minggu (7/1/2017). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Pemuda berinisial AM membunuh seorang arsitek, Feri Firman Hadi (50), di Perumahan Poin Mas Blok A2, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

AM membunuh Feri dengan cara menusukkan sebuah pisau ke lehernya. AM mengaku sakit hati dengan perkataan korban.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, pada 10 Desember 2017 sekitar pukul 19.00, tersangka bersama adiknya, HK, mendatangi rumah korban, untuk membicarakan bahwa keluarganya sedang membutuhkan uang.

Polisi menunjukkan barang bukti pembunuhan yang dilakukan AM terhadap seorang arsitek bernama Feri Firman Hadi (50), di Mapolda Metro Jaya, Minggu (7/1/2017).
Polisi menunjukkan barang bukti pembunuhan yang dilakukan AM terhadap seorang arsitek bernama Feri Firman Hadi (50), di Mapolda Metro Jaya, Minggu (7/1/2017). (WARTA KOTA/MOHAMAD YUSUF)

Tersangka bersama ibu serta adiknya, menunggak sewa kontrakan selama dua bulan sebesar Rp 700 ribu.

“Pelaku mengaku terdesak akan diusir oleh pemilik kontrakan karena tidak mampu membayar ongkos sewa. Setelah membicarakan hal tersebut, korban menyarankan agar ibu dan adik-adiknya yang perempuan tinggal di rumah korban saja,” ungkap Nico di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2017).

Lalu pada pukul 22.30, tersangka kembali ke kontrakan keluarganya, menggunakan motor milik korban. Sekitar pukul 23.00, AM kembali ke rumah korban untuk memijit korban.

Baca: Ini Lima Kesalahan Anak Buah yang Bisa Bikin Anies-Sandi Puyeng di Akhir Tahun 2017

Saat memijit korban, AM kembali meminta uang kepada korban, untuk membayar kontrakan ibunya. Namun korban tetap tidak mau memberikan uang, dan hanya menawarkan agar keluarga korban tinggal sementara di rumahnya.

“Sekitar jam 03.00 tanggal 11 Desember 2017, pelaku selesai mijit korban dan tidur di rumah pelaku. Pada sekitar jam 05.00 wib, korban dan pelaku bangun tidur dan bersama-sama salat subuh berjamah,” papar Nico.

Setelah melakukan salat berjamaah, AM membicarakan kembali masalah meminta bantuan dalam bentuk uang. Saat itu korban kembali dipijat oleh AM. Lalu korban mengatakan bahwa AM bisanya hanya meminta-minta uang.

Baca: Tanggul Jatipadang Jebol Lagi, Anies Baswedan: Bangunan Warga Mengurangi Lebar Sungai

“Pelaku merasa tersinggung. Dan pada saat posisi korban tiduran tertelungkup dalam masih posisi di pijit, pelaku ke luar kamar, lalu mengambil gunting dan menusukkannya ke leher korban. Karena masih ada perlawanan, korban memukulkan kursi ke kepala korban hingga tewas di tempat,” beber Nico.

Setelah itu, AM meninggalkan korban dalam posisi bersimbah darah, lalu kembali ke kontrakan keluarganya.

AM kemudian mengaku ke ibunya baru saja berkelahi. Ia kemudian pamit pulang ke kampung halamannya di Bogor untuk menenangkan diri. (*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help