PT KAI Terima Kredit Rp 28,6 Triliun Bangun LRT
PT Kereta Api Indonesia menandatangani kontrak pinjaman terbesar yang dibuat sepanjang sejarah perkeretaapian, sebesar Rp 18,1 triliun.
"Saya mengucapkan terima kasih sekali atas kerja keras semua pihak hingga bisa seperti saat ini, karena sekarang kita kerjakan semua secara terintegrasi dan bersinergi," tutupnya.
Sementara itu, penandatanganan kontrak pinjaman Sindikasi LRT Jabodebek akan dilakukan oleh Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dan Direksi masing-masing bank sindikasi.
Diadakannya penandatanganan kontrak pinjaman dengan bank sindikasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen KAI untuk mendukung pemerintah melancarkan proyek LRT Jabodebek.
Sesuai Perpres Nomor 49 tahun 2017, PT KAI diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana proyek LRT Jabodebek, mulai dari pembangunan atau pengadaan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan aset sarana dan prasarana dengan masa konsesi selama 50 tahun sejak ditandatanganinya berita acara beroperasinya LRT Jabodebek.
Oleh karena itu, sesuai rencana, LRT Jabodebek yang akan ditargetkan beroperasi pada 2019 ini akan beroperasi 140 kali perjalanan per hari pada hari kerja dengan headway/waktu antara rata-rata tiga sampai enam menit.
Masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi LRT ini dapat naik dari 17 stasiun pemberhentian LRT di Jabodebek. Dengan tarif awal yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp 12.000 per orang, LRT diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan bermotor pribadi.
Dengan 6 (enam) kereta per trainset, LRT Jabodebek mampu mengangkut 116 ribu penumpang per hari pada awal masa operasinya di 2019 dan diharapkan meningkat menjadi 474 ribu penumpang pada tahun 2069.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pt-kai_20171229_143129.jpg)