Sabtu, 2 Mei 2026

Krisis Semenanjung Korea

PBB Jatuhkan Sanksi Lebih Keras untuk Korea Utara, Ini Poinnya

Ketegangan terus meningkat sepanjang tahun ini karena program nuklir dan rudal Korea Utara terus dikembangkan...

Tayang:
Editor: Fred Mahatma TIS
www.nytimes.com
SEBUAH foto tidak bertanggal menunjukkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dalam sebuah kunjungannya ke suatu tempat di bagian barat daya negaranya. 

WARTA KOTA, NEW YORK --- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) secara bulat setuju untuk menjatuhkan sanksi lebih keras kepada Korea Utara, menyusul uji coba rudal balistik antarbenua baru-baru ini.

Resolusi yang disusun oleh Amerika Serikat ini mencakup langkah-langkah untuk mengurangi impor bensin negara yang dipimpin Kim Jong Un itu hingga 90 persen.

China dan Rusia, mitra dagang utama Korea Utara, setuju akan resolusi tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyambut baik resolusi tersebut. Dalam kicauannya di Twitter, Trump mengatakan: dunia ingin "perdamaian, bukan kematian".

Apa saja sanksi baru itu?

Ketegangan terus meningkat sepanjang tahun ini karena program nuklir dan rudal Korea Utara terus dikembangkan, dengan mengabaikan tekanan dari kekuatan dunia.

Administrasi pemerintahan Trump sedang mencari solusi diplomatik untuk masalah ini, dan merancang satu set sanksi baru ini. Dilansir dari BBC Indonesia, Sabtu (23/12/2017), berikut sejumlah sanksi baru yang diberikan ke Korea Utara.

- Impor produk bensin akan dibatasi 500.000 barel per tahun, dan minyak mentah 4 juta barel per tahun

- Semua warga negara Korea Utara yang bekerja di luar negeri harus kembali ke negara asal dalam waktu 24 bulan berdasarkan proposal resolusi, membatasi sumber vital mata uang asing

- Juga akan ada larangan ekspor barang-barang Korea Utara, seperti mesin dan peralatan listrik

Apa saja sanksi yang sudah diterapkan? 

Bulan lalu, AS mengumumkan sanksi baru terhadap Korea Utara yang dirancang untuk membatasi pendanaan program rudal nuklir dan balistik Korut.

Langkah tersebut menargetkan bisnis pelayaran Korea Utara dan perusahaan China yang melakukan perdagangan dengan Pyongyang.

PBB juga menyetujui sanksi baru menyusul uji coba nuklir Korea Utara pada 3 September 2017.

Langkah-langkah ini membatasi impor minyak dan melarang ekspor tekstil sebagai upaya mengosongkan bahan bakar dan pendapatan Korea Utara untuk program senjatanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved