Berita Heboh
Pidato Bung Karno Ini Kritisi Makna Peringatan Maulid Nabi, Ini yang Harusnya Diperhatikan
Bung Karno mengkritisi peringatan Nabi Muhammad yang menurutnya bukan semata-mata memeringati kelahiran Nabi Muhammad, tetapi lebih dari itu.
Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
WARTAKOTA, PALMERAH-- Hari ini, Jumat (1/12/2017 sebagian besar umat Islam di dunia, terutama di Indonesia, merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Peringatan tidak hanya dilaksanakan di masjid-masjid, tetapi juga di tanah lapang seperti di kawasan Monas, Jakarta Pusat, hingga di Istana Negara di Bogor, Kamis (30/11/2017) malam.
Peringatan Maulid Nabi Muhamas SAW di kawasan Monas tadi pagi dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Presiden di Bogor, dihadiri Presiden Joko Widodo, sejumlah menteri, Kapolri, Panglima TNI, dan alim ulama dan tokoh masyarakat.
Ternyata, peringatan maulid di Istana Presiden tidak hanya dilaksanakan pada era reformasi hingga saat ini.
Baca: Sandi Sebut Maulid Nabi Dapat Mencegah Terorisme
Baca: Ahok Minta Maaf dan Mohon Didoakan di Acara Maulid Nabi Muhammad SAW
Pada era Orde Lama (Orla) ketika Indonesia masih dipimpin Presiden Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, peringatan serupa juga sudah dilaksanakan.
Saat ini tengah viral pidato atau sambutan Bung Karno dalam memeringati hari kelahiran Nabi Muhammad.
Seperti biasa, proklamator Republik Indonesia itu pun berapi-api mengurai makna peringatan Maulid Nabi.
Bung Karno mengkritisi peringatan Nabi Muhammad yang menurutnya bukan semata-mata memeringati kelahiran Nabi Muhammad, tetapi lebih dari itu.
"Kita sekarang merayakan maulud. Maulud Nabi. Apa sebenarnya yang kita rayakan. Bukan sekadar terhadap Muhammadnya. Bukan sekadar dia itu dulu nabi. Tidak," ujar Bung Karno dalam video itu yang diterima Wartakotalive.com dari akun media sosial, Jumat (1/12/2017).
Video itu juga beredar di sejumlah media sosial, terutama di grup whatsapp.
Bung Karno melanjutkan, "Yang kita rayakan sebenarnya adalah ajaran, konsepsi, agama, yang dia berikan kepada umat. Diberi oleh Tuhan. Via Malaikat Jibril kepada Rasul. Rasul meneruskan lagi kepada umat, kita. Itu yang kita rayakan."
Oleh karena itu, kata Bung Karno, jikalau benar-benar engkau cinta Muhammad. Jikalau benar-benar engkau merayakan Maulud Muhammad bin Abdullah. Jikalau benar-benar engkau merayakan Rasulullah yang punya maulid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anies-baswedan_20170109_060131.jpg)