Berita Heboh
Baru Empat Hari Ngemis, Sri Dapat Rp 3 Jutaan
Uang yang Rp 20 juta bukan hasil ngemis, tapi dari hasil saya bekerja waktu jadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) dari tahun 1991...
Karena tidak punya tempat tinggal, untuk sementara waktu ia mengemis dan menggelandang di JPO Kramat Sentiong, Jakarta Pusat sampai mendapatkan pekerjaan.
"Nggak ada niat ngemis, untuk sementara aja sampai dapat kerja jadi pembantu lagi. Tapi malah enak ngemis sih, suka ada yang ngasih makanan dan baru empat hari sudah dapat jutaan," sambung Sri.
Sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, Sri terlebih dahulu mendapatkan pembinaan dan pembekalan keterampilan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Satu, Kedoya, Jakarta Barat.
"Di sini maksimal 21 hari. Diberikan pembinaan motivasi dan keterampilan seperti mote-mote. Berhubung Ibu Sri punya uang, maka biaya pulang kampung ditanggung sendiri. kalau tidak punya uang biasanya Dinas atau Suku Dinas Sosial yang tanggung biayanya," tutur Rinawati, Kasubag TU Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Satu, Kedoya, Jakarta Barat.
Sebelum dipulangkan, Sri harus menandatangani surat perjanjian bahwa ia tidak akan kembali menggelandang dan menjadi pengemis.
"Sanksinya ya sesuai dengan peraturan yang berlaku aja," jelas Rinawati.
Punya rumah dan sawah
Untuk diketahui, berdasarkan pengakuan Sri, di kampung halamannya ia memiliki rumah dan sawah sendiri. Namun ia belum tahu setelah dipulangkan nanti apakah ia akan menjadi petani, pedagang, atau jadi pembantu lagi.
Sri juga belum tahu apakah ia akan kembali ke Jakarta atau tidak. Yang jelas saat ini dia mengaku senang dan betah tinggal di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Satu, Kedoya, Jakarta Barat.
Sebelumnya, Sri terjaring razia PMKS di JPO Kramat Sentiong, Jakarta Pusat oleh Sudin Sosial Wilayah setempat. Setelah digeledah, ia kedapatan membawa uang tunai Rp 23 juta rupiah dan emas belasan gram. (m15)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171114-pengemis-sri_20171114_135012.jpg)