Minggu, 26 April 2026

Berita Heboh

Baru Empat Hari Ngemis, Sri Dapat Rp 3 Jutaan

Uang yang Rp 20 juta bukan hasil ngemis, tapi dari hasil saya bekerja waktu jadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) dari tahun 1991...

Editor: Fred Mahatma TIS
m15/Hamdi Putra
SRI bersama Kasubag TU Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Rinawati, di Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (14/11/2017). 

WARTA KOTA, KEDOYA --- Sri Haryati (50), pengemis yang terjaring operasi Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat pada hari Minggu, 12 November 2017 lalu, saat ini sedang berada di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Satu, Kedoya, Jakarta Barat.

Sri menghuni panti sosial ini sejak 2 hari yang lalu, sesaat setelah terjaring razia PMKS di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.

Baca: Wuih, Pengemis Elite Bawa Uang Rp 23 Juta

SRI bersama Kasubag TU Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Rinawati, di Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (14/11/2017).
SRI bersama Kasubag TU Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Rinawati, di Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (14/11/2017). (m15/Hamdi Putra)

Dari pemeriksaan petugas, Sri kedapatan membawa uang tunai puluhan juta dan emas dalam bentuk perhiasan sebanyak belasan gram.

Jumlah uang tunai yang dibawa Sri mencapai Rp 23 juta, yang terbagi menjadi uang kertas berbagai pecahan dan uang recehan yang berbentuk uang logam.

 Uang kertasnya Rp. 22.750.000, uang recehannya Rp. 313.700. Totalnya sekitar 23 jutaan.

"Emas berbentuk perhiasan diperkirakan belasan gram, emas lama kayaknya," ujar Rinawati, Kasubag TU Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat.

Menurut pengakuan Sri, ia mengemis di Jakarta baru selama empat hari.

"Baru empat hari udah ditangkap. Uang yang Rp 20 juta bukan hasil ngemis, tapi dari hasil saya bekerja waktu jadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) dari tahun 1991. Sisanya (Rp 3 jutaan)  itu yang hasil ngemis, Kalau emas saya beli sendiri di kampung," tutur Sri.

UANG Sri hasil bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak 1991 dan hasil mengemis selama empat hari.
UANG Sri hasil bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak 1991 dan hasil mengemis selama empat hari. (m15/Hamdi Putra)

Sri merupakan warga Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Ia pernah bekerja sebagai PRT di beberapa tempat seperti Blok M, Pulogadung, dan Rawamangun.

"Saya pernah jadi pembantu ikut orang Jepang, tapi berhenti karena majikan saya pulang kampung. Terakhir jadi pembantu di Pulo Asem, Rawamangun. Saya berhenti trus pulang kampung," tambah Sri.

Selain itu, Sri juga mengaku bahwa ia punya keluarga di Depok, Jawa Barat.

Akan tetapi ia tidak mengetahui nomor telepon maupun alamat saudaranya itu.

Sri datang ke Jakarta setelah menetap di kampung halamannya selama lebih kurang dua tahun.

Ia akhirnya memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta dan berniat kembali mencari pekerjaan sebagai PRT.

Karena tidak punya tempat tinggal, untuk sementara waktu ia mengemis dan menggelandang di JPO Kramat Sentiong, Jakarta Pusat sampai mendapatkan pekerjaan.

"Nggak ada niat ngemis, untuk sementara aja sampai dapat kerja jadi pembantu lagi. Tapi malah enak ngemis sih, suka ada yang ngasih makanan dan baru empat hari sudah dapat jutaan," sambung Sri.

UANG Sri sedang dihitung.
UANG Sri sedang dihitung. (m15/Hamdi Putra)

Sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, Sri terlebih dahulu mendapatkan pembinaan dan pembekalan keterampilan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Satu, Kedoya, Jakarta Barat.

"Di sini maksimal 21 hari. Diberikan pembinaan motivasi dan keterampilan seperti mote-mote. Berhubung Ibu Sri punya uang, maka biaya pulang kampung ditanggung sendiri. kalau tidak punya uang biasanya Dinas atau Suku Dinas Sosial yang tanggung biayanya," tutur Rinawati, Kasubag TU Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Satu, Kedoya, Jakarta Barat.

Sebelum dipulangkan, Sri harus menandatangani surat perjanjian bahwa ia tidak akan kembali menggelandang dan menjadi pengemis.

"Sanksinya ya sesuai dengan peraturan yang berlaku aja," jelas Rinawati.

UANG Sri hasil bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak 1991 dan hasil mengemis selama empat hari.
UANG Sri hasil bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak 1991 dan hasil mengemis selama empat hari. (m15/Hamdi Putra)

Punya rumah dan sawah

Untuk diketahui, berdasarkan pengakuan Sri, di kampung halamannya ia memiliki rumah dan sawah sendiri. Namun ia belum tahu setelah dipulangkan nanti apakah ia akan menjadi petani, pedagang, atau jadi pembantu lagi.

Sri juga belum tahu apakah ia akan kembali ke Jakarta atau tidak. Yang jelas saat ini dia mengaku senang dan betah tinggal di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Satu, Kedoya, Jakarta Barat.

Sebelumnya, Sri terjaring razia PMKS di JPO Kramat Sentiong, Jakarta Pusat oleh Sudin Sosial Wilayah setempat. Setelah digeledah, ia kedapatan membawa uang tunai Rp 23 juta rupiah dan emas belasan gram. (m15)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved