Sabtu, 23 Mei 2026

Perpustakaan Nasional yang Instagramable dan Kekinian

Bagian dalamnya juga meliputi ruang-ruang luas dengan konsep hemat energi yang memiliki banyak jendela, sehingga sangat terang.

Tayang:
Penulis: |
Tribunnews
Perpustakaan Nasional 

Lantai tujuh misalnya yang merupakan layanan koleksi anak, lansia dan distabilitas.

Perpustakaan Nasional
Perpustakaan Nasional (Perpustakaan Nasional)

Ruangan untuk anak sangat lebar, full karpet dengan koleksi buku yang banyak. Dindingnya juga penuh gambar-gambar yang lucu.

Sementara bagian lansia dan disabilitas ada fasilitas kursi roda dan koleksi buku huruf braille.

Lantai 14 ada layanan koleksi buku langka, serta lantai 19 layanan multimedia.

Ruangan ini menjadi favorit untuk berselancar di dunia maya karena area ini layanan internatnya paling kencang. (lengkapnya lihat boks).

Semua ruang yang tersedia luas, dengan penataan dan pencahayaan yang baik menjadikan Perpustakaan Nasional menjadi tempat yang asyik untuk membaca yang jauh dari membosankan.

Digitalisasi tak terelakan termasuk di Perpustakaan Nasional.

Menurut Muh Syarif, pengembangan digital terus dilakukan.

Buku-buku diharapkan bisa full konten dan full text, sehingga bisa dibaca di manapun secara gratis.

“Kalau buku sudah di Perpustakaan nasional dan sudah di full konten dan full text, akan menyebar di 132 negara dan luar biasa, bisa dibaca jutaan orang karena bisa dibaca secara gratis kepada seluruh masyarkaat dunia,” ujar Syarif saat media briefing PerpusSeru, pekan lalu.

Saat ini, koleksi buku di Perpustakaan Nasional mencapai 4-5 juta buku, fasilitas e book ada 23 ribu jurnal dan 130 ribu buku. Walaupun tidak ada target, namun, saat ini semua buku baru yang masuk ke Perpustakaan Nasional sudah e-book.

Untuk menjadikan e-book, Perpustakaan Nasional harus mendapatkan persetujuan dari penulis untuk menghindari masalah hak cipta.

“Saat ini untuk menjadikan buku jadi e-book sudah siap fasilitas dan SDM nya. Tinggal persetujuan hak cipta dari penulis. Padahal seperti di negara lain seperti Australia, ketika buku sudah masuk perpustakaan nasional sudah jadi milik negara. Tidak ada lagi masalah hak cipta. Tapi di sini, kita hanya ingin mencegah adanya masalah hukum, sehingga setiap buku yang akan di e-book harus ada persetujuan penulis,” katanya.

Secara keseluruhan, perpustakaan ada di setiap propinsi, tingkat dinas, kabupaten/kota, serta sekitar 4.000 di Perguruan Tinggi, dan ratusan ribu di sekolah jenjang SMP dan SMA. Namun, yang punya standar Perpustakaan hanya 20 persen, dan yang punya digital masih kurang 5 persen.

Berikut daftar lengkap peruntukan setiap lantai di gedung baru Perpustakaan Nasional:

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved