Perpustakaan Nasional yang Instagramable dan Kekinian
Bagian dalamnya juga meliputi ruang-ruang luas dengan konsep hemat energi yang memiliki banyak jendela, sehingga sangat terang.
Penulis: |
Ada Nagarakretagama karya Empu Prapanca, Babad Diponegoro yang yang ditulis sendiri oleh Pangeran Diponegoro.
Keduanya masuk dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO.
Keluar dari pendopo museum, ada ruang terbuka hijau dengan tangga lebar menuju gedung yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo 14 September 2017 lalu.
Di lobi inipun sebelum ingin berkutat dengan buku, ada deretan lukisan hitam putih presiden Republik Indonesia, mulai dari Soekarno hingga presiden ketujuh Joko Widodo.
Di tengah aula lobi utama berdiri rak buku yang menjulang hingga lantai keempat.
Di atasnya terdapat langit-langit bergambarkan peta Indonesia.
Rak tersebut menjadi spot foto favorit pengunjung.
Tidak hanya gedungnya saja yang modern, tata laksana peminjamannya pun serba digital.
Bila ingin langsung meminjam buku, harus dilakukan pendaftaran dulu.
Sampai saat ini, perpustakaan yang buka tiap Senin-Sabtu pukul 08.00 hingga 16.00 ini hampir selalu ramai oleh pengunjung yang mulai mendaftar.
Ada belasan komputer yang tersedia bagi pengunjung yang ingin mendaftar secara mandiri.
Setelah mendaftar, pengunjung akan mendapat kertas nomor antre untuk memproses kartu keanggotaan di empat konter layanan yang tersedia.
Saat ini, biasanya dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan kartu anggota. Karena hanya yang memiliki kartu anggota sajalah yang boleh meminjam buku.
Kepala Perpustakaan Republik Indonesia Muh Syarif Bando mengakui, sebagian besar pengunjung adalah pelajar dan mahasiswa.
Namun, sebenarnya, perpustakaan ini melengkapi kebutuhan pengunjung dari berbagai lapisan dan kebutuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perpustakaan-nasional_20171113_070453.jpg)